Minggu, 21 Desember 2014

AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN MANUFAKTUR#1

Karakteristik Perusahaan Manufaktur
Perusahaan manufaktur (manufacturing firm) adalah perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan baku menjadi barang jadi kemudian menjual barang jadi tersebut. Kegiatan khusus dalam perusahaan manufaktur adalah pengolahan bahan baku menjadi barang jadi. Kegiatan ini sering disebut proses produksi. Kegiatan produksi, apabila digambarkan akan nampak seperti di bawah ini:

Bidang akuntansi yang menangani masalah produksi disebut akuntansi biaya (cost accounting). Tujuannya, menetapkan beban pokok produksi barang jadi. Bab ini akan membahas sesuai ruang lingkup yang telah disebutkan, yakni penetapan beban pokok produksi. Titik berat pembahasan masih diletakkan pada pengenalan terhadap proses akuntansi dan laporan khusus untuk perusahaan manufaktur.
Masalah Khusus Perusahaan Manufaktur
Dibandingkan dengan perusahaan dagang, masalah khusus dalam akuntansi perusahaan manufaktur adalah persediaan, biaya pabrikasi (manufacturing costs), biaya produksi dan beban pokok produksi.
Persediaan (Inventory)
Berdasarkan perusahaan dagang, dalam perusahaan manufaktur biasanya terdiri dari tiga macam, yakni:
1. Persediaan bahan baku (raw materials inventory)
2. Persediaan barang dalam proses (work in process inventory)
3. Persediaan barang jadi (finished goods inventory)
Persediaan bahan baku melaporkan harga pokok bahan baku yang ada pada tanggal neraca. Bahan baku adalah barang-barang yang digunakan dalam proses produksi. Persediaan dalam proses terdiri dari biaya bahan baku dan biaya-biaya manufaktur lain yang telah terjadi untuk memproduksi barang yang belum selesai. Untuk menyelesaikannya masih diperlukan tambahan biaya. Persediaan barang jadi terdiri dari total biaya pabrik untuk barang-barang yang telah selesai diproduksi, tetapi belum dijual. Sebuah perusahaan manufaktur dengan demikian harus menyediakan tiga perkiraan untuk persediaan.
Biaya Manufaktur (Manufacturing Cost)
Biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan manufaktur selama suatu periode disebut biaya manufaktur (manufacturing cost), atau lebih dikenal dengan biaya pabrik. Biaya ini digunakan untuk menyelesaikan barang yang masih sebagian selesai di awal periode, barang-barang yang dimasukkan dalam proses produksi periode itu dan barang-barang yang baru dapat diselesaikan sebagian di akhir periode. Pada dasarnya biaya pabrik dapat dikelompokkan menjadi:
a. Biaya bahan baku (raw materials cost) yaitu biaya untuk bahan-bahan yang dapat dengan mudah dan langsung diidentifikasikan dengan barang jadi. Contoh bahan baku adalah kayu bagi perusahaan mebel atau tembakau bagi perusahaan rokok.
b. Biaya tenaga kerja lansung (direct labor cost) adalah biaya untuk tenga kerja yang menangani secara langsung proses produksi atau yang dapat diidentifikasikan langsung dengan barang jadi. Contoh buruh langsung adalah tukang kayu dalam perusahaan mebel atau pelinting rokok dalam perusahaan rokok (Sigaret Kretek Tangan = SKT).
c. Biaya overhead pabrik (overhead cost) adalah biaya-biaya pabrik selain bahan baku dan tenga kerja langsung. Biaya ini tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan.
Contoh biaya overhead pabrik adalah:
(1) bahan pembantu (kadangkadang disebut: bahan tidak langsung (indirect materials) misalnya perlengkapan pabrik (mur, baut dan pelitur dalam perusahaan mebel);
(2) tenga kerja tidak langsung (indirect labor) yaitu tenaga kerja yang pekerjaannya tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan, misalnya gaji mandor;
(3) pemeliharaan dan perbaikan (maintenance and repair);
(4) listrik, air telepon dan lainlain.
Ketiga jenis biaya manufaktur ini dapat dihubungkan dan dilihat keterkaitannya dengan memperhatikan bagan yang diilustrasikan di bawah ini.
Description: http://www.crayonpedia.org/wiki/images/8/89/Purno219.jpg
Biaya Produksi (Production Cost) dan Biaya Periode (Period Cost)
Biaya produksi (production cost) adalah biaya yang dibebankan dalam proses produksi selama suatu periode. Biaya ini terdiri dari persediaan barang dalam proses awal ditambah biaya pabrikasi (manufacturing cost), kemudian dikurangi dengan persediaan barang dalam proses akhir. Biaya pabrikasi adalah semua biaya yang berhubungan dengan proses produksi. Tiga komponen biaya yang terdapat dalam biaya produksi adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Biaya overhead adalah semua biaya pabrikasi (semua biaya yang terkait dengan proses produksi) yang bersifat tidak langsung, termasuk biaya-biaya yang dibebankan pada persediaan dalam proses pada akhir periode. Biaya overhead ini  seringkali tidak dapat diatribusikan/dilekatkan pada masing-masing unit produk yang dikerjakan secara spesifik. Karena biaya ini biasanya dinikmati bersama selama proses produksi berlangsung. Dalam situasi tertentu dapat pula disebut sebagai biaya bersama (common cost). Biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung sering pula disebut sebagai biaya utama (prime cost), yaitu biaya yang merupakan komponen utama dari produk yang dibuat dan dapat dengan mudah diatribusikan pada masing-masing unit produk yang dikerjakan atau dibuat. Biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead sering pula disebut sebagai biaya konversi (conversion cost), yaitu biaya yang dikeluarkan atau terjadi sehingga bahan baku dapat diubah menjadi produk jadi.
Kelompok biaya lain selain biaya produksi adalah biaya periode (period cost), yaitu biaya nonpabrikasi yang dikeluarkan atau terjadi selama periode berjalan dalam rangka operasional perusahaan. Biaya ini dapat dibagi menjadi dua kelompok, yakni beban penjualan atau pemasaran dan beban-beban administratif. Klasifikasi biaya yang berbeda-beda ini dilakukan agar dapat mengukur kinerja atau prestasi masing-masing bagian secara lebih fair. Kata lainnya adalah, alokasi yang tepat akan dapat meningkatkan pertanggungjawaban masingmasing bagian. Sehingga sebuah beban, bisa jadi teralokasikan ke dalam pos-pos yang berbeda walaupun jenisnya sama. Beban depresiasi komputer, misalnya, bisa jadi merupakan kelompok biaya overhead, jika komputer tersebut berada di atau dipergunakan untuk kegiatan oleh departemen produksi. Mungkin juga merupakan beban pemasaran/penjualan jika komputer tersebut dimanfaatkan oleh bagian tersebut. Atau boleh jadi pula beban depresiasi komputer tersebut merupakan kelompok beban adminstratif jika komputernya digunakan oleh bagian kantor atau administrasi. Oleh karena itulah kita harus dapat mengklasifikasikan setiap beban ke dalam kelompok biaya yang tepat karena berdasarkan laporan tersebut kinerja suatu bagian/seseorang akan diukur. 
Beban pokok produksi (Cost of Goods Manufactured)
Biaya barang yang telah diselesaikan selama suatu periode disebut beban pokok produksi barang selesai (cost of goods manufactured) atau disingkat dengan beban pokok produksi. Harga pokok ini terdiri dari biaya pabrik ditambah persediaan dalam proses awal periode dikurangi persediaan dalam proses akhir periode. Beban pokok produksi selama suatu periode dilaporkan dalam laporan harga produksi (cost of goods manufactured statement). Laporan ini merupakan bagian dari beban pokok penjualan (cost of goods sold).
Akuntansi Perusahaan Manufaktur
Seperti telah dijelaskan, siklus akuntansi meliputi tahap pencatatan dan tahap pengikhtisaran yang terdiri dari:
Tahap pencatatan
1. Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi
2. Pencatatan dalam jurnal
3. Pemindahanbukuan ( posting ) ke buku besar
Tahap pengikhtisaran
4. Pembuatan neraca saldo
5. Pembuatan neraca lajur dan jurnal penyelesaian
6. Penyusunan laporan keuangan
7. Pembuatan jurnal penutup
8. Pembuatan neraca saldo penutup
9. Pembuatan jurnal balik
Bab ini tidak akan membahas tahap demi tahap siklus tersebut.
Pembahasan perusahaan manufaktur di sini lebih pada menguraikan tahap-tahap tersebut secara garis besar saja. Penekanan diberikan pada proses akuntansi untuk masing-masing akun/rekening/perkiraan perusahaan manufaktur (ketiga istilah ini dipakai seluruhnya, secara bergantian, sepanjang pembahasan dalam buku ini untuk menunjukkan bahwa ketiganya merupakan istilah yang lazim dipakai sehari-hari dalam praktik pada DU/DI). Namun demikian, tetap diharapkan bahwa pemaparan berikut ini telah mencakup semua pemahaman minimal yang diperlukan untuk dapat menjalankan proses akuntansi pada sebuah perusahaan manufaktur.
Bahan Baku (Raw Materials)
Pembelian bahan baku, seperti halnya perusahaan dagang, dicatat dalam buku pembelian (untuk pembelian kredit) dan buku pengeluaran kas (untuk pembelian tunai). Pembayaran hutang yang bersangkutan dicatat dalam buku pengeluaran kas. Di buku besar, pembelian bahan baku dicatat dalam rekening pembelian dan rekening-rekening lain yang berhubungan, misalnya potongan pembelian serta pembelian retur dan pengurangan harga. Pengeluaran bahan baku dari gudang untuk produksi tidak dicatat.
Jadi, seperti dalam perusahaan dagang, perkiraan persediaan bahan baku hanya digunakan untuk menampung ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode. Jurnal penyesuaian dibuat untuk nilai persediaan yang ada di awal dan akhir periode. Sementara itu, nilai persediaan ditentukan dengan mengadakan penghitungan fisik. Jurnal penyesuaian untuk persediaan (awal dan akhir) dilakukan terhadap rekening Ikhtisar Beban pokok produksi.
Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor)
Pembayaran gaji kepada tenaga kerja langsung dicatat dalam buku pengeluaran kas. Dalam buku perlu disediakan perkiraan tersendiri untuk biaya buruh langsung. Pada akhir periode dibuatkan jurnal penyesuaian untuk upah yang masih belum saatnya dibayar. Pembebanan biaya buruh langsung dilakukan dengan mambuat jurnal penutup ke rekening Ikhtisar Beban pokok produksi.
Biaya Overhead Pabrik (Overhead)
Biaya ini terdiri dari berbagai jenis, misalnya: bahan pembantu, tenga keja tidak langsung, gaji, listrik, telepon, perlengkapan pabrik, pemeliharaan dan perbaikan, asuransi, penyusutan bangunan pabrik, penyusutan mesin-mesin pabrik, penyusutan kendaraan pabrik, penyusutan peralatan pabrik dan lain-lain. Untuk tiap-tiap jenis biaya dapat dibuatkan rekening tersendiri di buku besar. Atau, kalau ingin lebih sederhana, dalam buku besar hanya disediakan satu rekening saja yaitu biaya overhead pabrik sebagai rekening induk (sesungguhnya). Rincian biaya overhead pabrik ke dalam tiap-tiap jenis biaya dicatat dalam buku tambahan. Pembelian biaya overhead pabrik, misalnya pembelian bahan pembantu, dicatat dalam buku pembelian. Pembayarannya, dicatat dalam buku pengeluaran kas. Pembebanan biaya overhead pabrik ke dalam produksi dilakukan dengan membuat jurnal penutup atas rekening yang bersangkutan. Rekening lawanya adalah Ikhtisar Beban pokok produksi.
Persediaan dalam Proses ( Work in Process Inventory )
Proses produksi adalah kegiatan yang berlangsung terus menerus. Sementara itu, akuntansi harus melaporkan informasi keuangan secara berkala. Akibatnya, pada saat laporan keuangan harus dibuat, terdapat kemungkinan adanya sebagian barang yang belum selesai diproses. Walaupun demikian, biaya yang telah terjadi untuk barang itu, tetap harus dilaporkan. Inilah yang dicantumkan sebagai persediaan dalam proses. Untuk memperoleh beban pokok produksi barang yang telah selesai, biaya pabrik ditambah dengan nilai persediaan dalam proses di awal periode dan dikurangi dengan nilai persediaan dalam proses di akhir periode.
Pesediaan dalam proses, baik di awal maupun akhir periode diperoleh dengan jalan melakukan penghitungan phisik. Untuk sementara, jangan diperhatikan dahulu bagaimana menghitung nilai persediaan dalam proses. Yang perlu diketahui adalah bahwa nila ini terdiri dari biaya bahan baku, buruh langsung dan biaya pabrikase yang telah terjadi sampai dengan saat dilaporkan. Untuk mencatat nilai persediaan dalam proses, dibuatkan rekening yang diberi nama: “Persediaan dalam Proses”. Pada akhir periode dibuat jurnal penyesuaian untuk menghilangkan persediaan dalam proses awal dan membebankannya ke proses produksi. Sementara itu, jurnal penyesuaian lain untuk menimbulkan persediaan dalam proses yang ada pada akhir periode. Rekening lawan yang digunakan dalam jurnal penyesuaian tersebut adalah Ikhtisar Beban pokok produksi.
Di bawah ini (pada halaman berikut) diberikan ilustrasi tentang alur pembebanan biaya ke dalam proses produksi hingga pengakuan beban pokok penjualan. Alur ini digambarkan dalam bentuk hubungan di antara buku besar perkiraan-perkiraan yang terkait dengan proses produksi dalam sebuah perusahaan manufaktur. Kita dapat melihat di situ, apa saja perkiraan yang terkait dan harus dibuatkan jurnalnya selama proses produksi berlangsung, dan kapan masing-masing perkiraan tersebut harus didebitkan atau dikreditkan. Tentu saja, ilustrasi tersebut menggambarkan pencatatan yang harus dibuat ketika perusahaan menerapkan metode perpetual untuk persediaannya.
AKUNTANSI
UNTUK PERUSAHAAN PENGOLAHAN / MANUFAKTUR#2
 
 Perusahaan pengolahan / manufaktur: perusahaan yang mengolah bahan mentah (bahan baku) menjadi barang jadi.
 Klasifikasi persediaan pada perusahaan pengolahan :
Persediaan Bahan Baku
Persediaan Barang Dalam Proses
Persediaan Barang Jadi
Laporan Keuangan
Laporan Keuangan perusahaan manufaktur hampir sama dengan laporan keuangan perusahaan dagang. Perbedaannya terletak pada bagian Aktiva Lancar di Neraca dan Harga Pokok Penjualan di Laporan Rugi-Laba.
Neraca
Perbandingan Neraca Perusahaan Dagang dan Perusahaan Manufaktur:
Perusahaan Dagang
Neraca sebagian
31 Desember 2010

Perusahaan Manufaktur
Neraca sebagian
31 Desember 2010
Aktiva Lancar:


Aktiva Lancar:


Kas
Rp    1.000

Kas

Rp   1.200
Piutang (bersih)
     13.000

Piutang (bersih)

4.000
Persediaan Barang Dagangan
9.000

Persediaan:


Sewa Dibayar di Muka
   2.900

Barang Jadi
Rp 15.000


25.900

Barang Dalam Proses
18.000




Bahan Baku
9.000






42.000



Sewa Dibayar di Muka

1.600





48.800
Laporan Rugi-Laba
Perbandingan bagian Harga Pokok Penjualan di Laporan Rugi-Laba antara Perusahaan Dagang dan Perusahaan Manufaktur:
Perusahaan Dagang
Laporan Rugi-Laba sebagian
Periode Tahun 2010
Harga Pokok Penjualan:

Persediaan Barang Dagangan 1 Januari …………
Rp    10.000
(+) Pembelian Bersih …………………..……………
99.250
Barang Tersedia Untuk Dijual ………………………
Rp  109.250
(-) Persediaan Barang Dagangan 31 Desember …
9.000
Harga Pokok Penjualan …………………………….
Rp  100.250



Perusahaan Manufaktur
Laporan Rugi-Laba sebagian
Periode Tahun 2010
Harga Pokok Penjualan:

Persediaan Barang Jadi 1 Januari ………………….
Rp    12.000
(+) Harga Pokok Produksi (lihat skedul) ……………
688.000
Barang Tersedia Untuk Dijual ……………………….
Rp  700.000
(-) Persediaan Barang Jadi 31 Desember ………….
15.000
Harga Pokok Penjualan
Rp  685.000


Komponen yang berbeda digambarkan secara skematis sbb:
Perusahaan Dagang:























  Persediaan Barang      +     Pembelian       -     Persediaan Barang     =    Harga Pokok
    Dagangan (Awal)                            Bersih                    Dagangan (Akhir)                Penjualan
Perusahaan Manufaktur:
 
  Persediaan Barang      +   Harga Pokok    -     Persediaan Barang      =    Harga Pokok
         Jadi (Awal)                       Produksi                     Jadi (Akhir)                      Penjualan
Pada perusahaan manufaktur diperlukan banyak rekening untuk menentukan harga pokok produksi, tetapi dalam Laporan Rugi-Laba hanya disajikan totalnya saja, sedangkan rinciannya disajikan dalam Skedul Harga Pokok Produksi.
Contoh Skedul Harga Pokok Produksi (merupakan lampiran Laporan Rugi-Laba di atas):
Skedul Harga Pokok Produksi
Tahun 2010
Persediaan Barang Dalam Proses 1 Januari …………………..
Rp   10.000
Ditambah:



Bahan Baku:



     Persediaan 1 Januari ………………..
Rp    5.000


     Ditambah: Pembelian ……………….
100.000


     Tersedia Dipakai …………..………...
      105.000           105


     Dikurangi : Persediaan 31 Desember
9.000


     Bahan Baku Dipakai ………………………………..
Rp 96.000

Biaya Tenaga Kerja Langsung …………………….….
     200.000

Biaya Overhead Pabrik:



     Tenaga Kerja Tidak Langsung ..……
Rp 50.000


     Listrik dan Air …………………………
140.000


     Bahan Habis Pakai Pabrik ………….
30.000


     Penyusutan Gedung Pabrik ………...
120.000


     Penyusutan Mesin …………………...
60.000


     Total Biaya Overhead Pabrik ………………………
400.000

Total Biaya Produksi tahun ini ……………………………………
696.000
Total Biaya Barang Dalam Proses …………………………………
706.000
Dikurangi:



Persediaan Barang Dalam Proses 31 Desember ……………..
18.000
Harga Pokok Produksi ………………………………………………
688.000




HARGA POKOK PRODUKSI
Biaya produksi atau Harga Pokok Produksi (Cost of Goods Manufactured) merupakan kumpulan dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan mengolah bahan baku sampai menjadi barang jadi.
Biaya-biaya tersebut terdiri dari:
Biaya Bahan Baku (disingkat BBB)
Biaya Tenaga Kerja Langsung ( disingkat BTKL)
Biaya Overhead Pabrik (disingkat BOP)
Biaya Bahan Baku
  Biaya Bahan Baku adalah harga perolehan (harga pokok) seluruh substansi / materi pokok yang terdapat pada barang jadi.
   Bahan baku merupakan bagian Barang jadi yang dapat ditelusur keberadaannya.
   Bahan baku pada sebuah pabrik dapat berasal dari Barang jadi pabrik yang lain.
Biaya Tenaga Kerja Langsung
  Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang memiliki kinerja langsung terhadap proses pengolahan barang, baik menggunakan kemampuan fisiknya maupun dengan bantuan mesin.
  Tenaga kerja langsung memperoleh kontraprestasi yang dikategorikan sebagai Biaya tenaga kerja langsung. Jadi, Biaya Tenaga Kerja Langsung adalah semua kontraprestasi yang diberikan kepada tenaga kerja langsung.
Biaya Overhead Pabrik
  Biaya Overhead Pabrik adalah biaya-biaya yang timbul dalam proses pengolahan, yang tidak dapat digolongkan dalam biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
   Biaya-biaya yang termasuk dalam biaya overhead pabrik, a.l.:
 Biaya tenaga kerja tidak langsung, seperti Upah pengawas, mandor, mekanik, bagian reparasi, dll
Biaya bahan penolong, yaitu macam-macam bahan yang digunakan dalam proses pengolahan, tetapi kuantitasnya sangat kecil dan tidak dapat ditelusur keberadaannya pada barang jadi.
 Biaya penyusutan gedung pabrik, Biaya penyusutan mesin, dll
SIKLUS AKUNTANSI
  Siklus akuntansi perusahaan manufaktur sama dengan siklus akuntansi perusahaan dagang.
   Akuntansi perusahaan manufaktur dengan sistem fisik:
 Rekening Persediaan Bahan Baku hanya digunakan untuk mencatat nilai bahan baku yang masih tersisa, baik di awal maupun akhir periode.
Transaksi pembelian Bahan baku tidak dicatat ke rekening Persediaan Bahan Baku, tetapi dicatat ke rekening Pembelian Bahan Baku, seperti terlihat pada jurnal berikut:
Mei
17
Pembelian Bahan Baku
Kas / Utang Dagang
Rp 100.000
Rp 100.000
ü Rekening Persediaan Barang Dalam Proses hanya digunakan untuk mencatat nilai barang yang masih dalam proses, baik di awal maupun akhir periode.
Rekening Persediaan Barang Jadi hanya digunakan untuk mencatat nilai barang jadi pada awal dan akhir periode.
  Jurnal penyesuaian untuk perusahaan manufaktur sama dengan jurnal penyesuaian untuk perusahaan dagang.
  Neraca Lajur untuk perusahaan manufaktur pada prinsipnya sama dengan neraca lajur untuk perusahaan dagang, tetapi ditambahkan kolom untuk skedul harga pokok produksi.
  Contoh Neraca Lajur Sebagian:
Perusahaan Manufaktur
Neraca Lajur sebagian
Periode tahun 2010
Nama Rekening
NSSD
Harga Pokok Poduksi
Laporan Rugi-Laba
Neraca
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Persediaan Barang Jadi
  12.000



12.000
   15.000
15.000

Persed. Barang Dlm. Proses
  10.000

  10.000
  18.000


18.000

Persediaan Bahan Baku
    5.000

    5.000
    9.000


  9.000

Pembelian Bahan Baku
100.000

100.000





Biaya Tenaga Kerja Lgsg.
200.000

200.000





Biaya Tenaga Kerja Tak Lgsg.
  50.000

  50.000





Biaya Listrik dan Air
140.000

140.000





Biaya Bahan Habis Pakai
  30.000

  30.000





Biaya Penyst. Gedung Pabrik
120.000

120.000





Biaya Penyst. Mesin
  60.000

  60.000





Biaya Pemasaran
  40.000



40.000



Penjualan

1.500.000



1.500.000



……….
………..
715.000
  27.000




Harga Pokok Produksi



688.000







715.000
715.000




JURNAL PENUTUP
Jurnal penutup untuk perusahaan manufaktur berbeda dengan perusahaan dagang. Dalam perusahaan manufaktur, rekening Harga Pokok Produksi digunakan untuk menutup semua rekening yang akan dilaporkan di Skedul Harga Pokok Produksi. Saldo rekening ini kemudian ditransfer ke rekening Ikhtisar Rugi-Laba.
Contoh:
Des.
31
Harga Pokok Produksi
     Persediaan Barang Dalam Proses
     Persediaan Bahan Baku
     Pembelian Bahan Baku
     Biaya Tenaga Kerja Langsung
     Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung
     Biaya Listrik dan Air
     Biaya Bahan Habis Pakai
     Biaya Penyusutan Gedung Pabrik
     Biaya Penyusutan Mesin
(untuk menutup rekening-rekening Persediaan Bahan Baku awal, Barang Dalam Proses awal, dan rekening-rekening Biaya produksi)
Rp    715.000
Rp     10.000
            5.000
        100.000
        200.000
          50.000
        140.000
          30.000
        120.000
          60.000

31
Persediaan Barang Dalam Proses
Persediaan Bahan Baku
     Harga Pokok Produksi
(untuk mencatat persediaan akhir barang dalam proses dan bahan baku)
Rp     18.000
            9.000
Rp      27.000

31
Persediaan Barang Jadi
Penjualan
     Ikhtisar Rugi-Laba
(untuk mencatat persediaan akhir barang jadi dan menutup rekening penjualan)
Rp      15.000
     1.500.000
Rp 1.515.000

31
Ikhtisar Rugi-Laba
     Persediaan Barang Jadi
     Harga Pokok Produksi
(untuk menutup rekening persediaan awal barang jadi dan harga pokok produksi)
Rp   700.000
Rp      12.000
        688.000

31
Ikhtisar Rugi-Laba
     Biaya Pemasaran
(untuk menutup biaya pemasaran)
Rp     40.000
Rp     40.000
Contoh Soal Dasar Akuntansi Perusahaan Manufaktur
Kasus 1.
Persediaan barang  dalam proses awal Rp. 40.000,Persediaan bahan baku awal Rp. 60.000 sedangkan bahan baku tersedia dipakai sebanyak Rp. 810.000 jumlah pemakaian bahan baku Rp. 785.000, BTKL Rp. 500.000
Biaya TKTL Rp. 220.000, bahan penolong Rp. 50.000, BOP lain2 Rp. 50.000,biaya asuransi mesin Rp. 12.000,biaya sewa gedung pabrik Rp. 160.000 dan biaya depresiasi mesin pabrik Rp, 50.000 sedangkan persediaan barang dalam proses akhir periode Rp. 30.000
Hitunglah besarnya Harga Pokok Produksinya.
Jawab:
Persediaan Barang Dalam Proses Awal                                  Rp.     40.000
Pemakaian Bahan baku:
            Persediaan bahan baku awal                   Rp.   60.000
            Pembelian bahan baku                              Rp. 750.000+
            Bahan baku tersedia dipakai                     Rp. 810.000
Persediaan baham baku akhir                  Rp.   25.000-
Pemakaian bahan baku                                               Rp. 785.000
     Biaya TKL                                                             Rp. 500.000
     BOP
            BTKTL                                                            Rp. 220.000
            Biaya Bahan Penolong                              Rp.   50.000
            BOP lainnya                                                 Rp.   50.000
            Biaya Asuransi Mesin                                 Rp.   12.000
            Biaya  sewa gedung pabrik                       Rp. 160.000
            Biaya penyusutan Mesin pabrik               Rp.   50.000+
                                                                                                Rp  542.000+
         Biaya Produksi                                                                        Rp.1.827.000+
Barang Siap Digunakan                                                                Rp.1.867.000
Persediaan Barang Dalam Proses Akhir                                               Rp.     30.000-
Harga Pokok Produksi                                                                Rp.1.837.000
                                                                                                           ==========
Kasus 2.
PT BSI memiliki Persediaan bahan baku  awal tahun atau  1 Januari 2010 Rp. 1.000.000,Pembelian bahan baku selama tahun 2010 Rp. 10.000.000  sedangkan persediaan akhir bahan baku per 31 desember 2010 Rp. 500.000
Pertanyaan:
a.   Hitunglah pemakaian bahan baku selama  tahun 2010
b.   Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi yang berhubungan dengan bahan baku.
Jawab:
a.   Biaya pemakaian bahan baku
Persediaan bahan baku 1 Januari 2010                         Rp.   1.000.000
Pembelian selama 2010                                                    Rp. 10.000.000+
Bahan baku siap untuk dipakai                                        Rp. 11.000.000
Persediaan bahan baku per 31 desember 2010                       Rp.      500.000-
Biaya Pemakaian bahan baku tahun 2010                    Rp. 10.500.000
b.   Jurnal pembelian bahan baku
Pembelian                                        Rp. 10.000.000
            Kas/utang                                                                  Rp. 10.000.000
Jurnal pemindahan pembelian bahan baku ke persediaan bahan baku pada akhir periode (AJP)
Persediaan bahan baku                 Rp. 10.000.000
            Pembelian                                                                Rp. 10.000.000
Jurnal pemakaian bahan baku (AJP)
Persediaan barang DP                   Rp. 10.500.000
            Persediaan bahan baku                             Rp. 10.500.000
Kasus 3.
PT. BSI mengeluarkan biaya TKL selama 2010 sebesar Rp. 5.000.000
Buatlah jurnal pencatatan yang berhubungan dengan BTKL
     Jawab:
     Pada saat membayar BTKL
     Biaya gaji/upah                           Rp. 5.000.000
                        Kas                                                                             Rp. 5.000.000
     Pada saat akhir periode melalui AJP dipindahkan persediaan BDP
     Persediaan BDP                         Rp. 5.000.000
                        Biaya gaji/upah                                                        Rp. 5.000.000
Kasus 4.
PT.BSI membayar perskot asuransi mesin pabrik Rp. 40.000 untuk masa 2 tahun,BTKTL Rp. 500.000 yang belum dibayar per 31 desember 2010 Rp. 50.000,Biaya bahan penolong Rp. 100.000, biaya sewa gedung Rp. 400.000 80% dibebankan pabrik yang 20% dibebankan biaya kantor, BOP lainnya Rp. 25.000, Biaya penyusutan mesin pabrik  10% dari harga perolehan Rp. 1.000.000
Buatlah pencatatan yang dilakukan PT BSI berhubungan dengan BOP
Jawab:
Pada Saat pembayaran
a.   Porskot asuransi                              Rp.40.000
Kas                                                                             Rp. 40.000
b.   BTKTL                                                Rp.500.000
Kas                                                                             Rp. 500.000
    
c.   Biaya sewa gedung                                    Rp. 400.000
Kas                                                                             Rp. 400.000
d.   BOP lain2                                         Rp. 25.000
Kas                                                                             Rp. 25.000
e.   Jurnal AJP pembebanan kemasing2 jenis biaya
1.   Asuransi ½ x Rp. 40.000 = Rp. 20.000
Biaya Asuransi mesin pabrik                                            Rp. 20.000
            Porskot asuransi mesin pabrik                                          Rp. 20.000
       
2.   Biaya TK yang belum dibayar  Rp. 50.000
BTKTL                                                                                    Rp. 50.000
            Hutang BTKTL                                                                     Rp. 50.000
3.   Pembebanan Biaya BP Rp. 100.000
Biaya BP                                                                               Rp. 100.000
            Persediaan BP                                                                     Rp. 100.000
4.   Biaya sewa gedung pabrik 80% x Rp. 400.000 =          Rp. 320.000
Biaya sewa gedung kantor                                                            Rp.   80.000
Biaya sewa gedung pabrik                                                            Rp. 320.000
            Biaya sewa gedung                                                                        Rp. 400.000
5.   Biaya penyusutan mesin 10% x Rp. 1.000.000 =         Rp. 100.000
Biaya penyusutan mesin pabrik                                       Rp. 100.000
            Akumulasi penyusutan mesin pabrik                              Rp. 100.000
6.   BOP                                                                                       Rp. 1.115.000          
Biaya BP                                                                                           Rp.  100.000
BTKTL                                                                                                Rp.  550.000
Biaya asuransi mesin pabrik                                                         Rp.    20.000
BOP lain-lain                                                                                                Rp.    25.000
Biaya penyusutan mesin pabrik                                                   Rp.  100.000
Biaya sewa gedung pabrik                                                                        Rp.  320.000
7.   Persediaan barang dalam proses                                                Rp. 1.115.000
BOP                                                                                                    Rp. 1.115.000
Kasus 5.
Dari data kasus diatas jika persediaan awal barang  dalam proses Rp. 80.000  dan persediaan akhir barang  dalam proses Rp. 60.000  hitunglah Harga Pokok Produksinya
Jawab
Persediaan awal barang dalam proses                           Rp.       80.000
Biaya barang dalam proses                                               Rp 16.615.000 +
                                                                                                                        Rp.16.695.000
Persediaan akhir barang dalam proses                          Rp.       60.000 -        
Harga Pokok Produksi                                                                                Rp.16.635.000             
                                                                                                                        ============
Kasus 6.
Pada data PT. BSI diatas jika ditambahkan jumlah  persediaan awal barang jadi per 1 januari 2010  Rp. 200.000 dan persediaan akhir 31 Desember 2010  untuk barang jadi Rp. 100.000.
Hitunglah Harga Pokok Penjualannya
Jawab:
Persediaan awal barang jadi 1 januari 2010                                         Rp.       20.000
Harga Pokok Produksi                                                                                Rp.16.635.000+
                                                                                                                        Rp.16.655.000
Persediaan akhir barang jadi 31 desember 2010                                  Rp.    100.000 -        
Harga Pokok Penjualan                                                                           Rp.16.555.000             
                                                                                                                        ===========
SOAL KASUS UNTU NERACA LAJUR PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Data Keuangan untuk Neraca Saldo per 31 desember 2010 PT. BSI adalah sebaga berkut:
Kas                                                                             Rp.    100.000
Persediaan bahan baku                                         Rp.    120.000
Persediaan barang dalam proses                                    Rp.      80.000
Persediaan barag jadi                                             Rp.    200.000
Porskot asuransi                                                      Rp.      48.000
Mesin pabrik                                                             Rp. 1.000.000
Perabot kantor                                                          Rp.    200.000
Pembelian bahan baku                                          Rp. 1.500.000
Biaya BTKL                                                               Rp. 1.000.000
BTKTL                                                                        Rp.    400.000
Pemakaian Bahan penolong                                Rp.    100.000
Biaya sewa gedung                                                            Rp.    400.000
BOP lain2                                                                  Rp.    100.000
Biaya administrasi kantor                                       Rp.    200.000
Akumulasi penyusutan mesin pabrik                                          Rp.        100.000
Akumulasi penyusutan perabot kantor                                       Rp.          40.000
Modal saham                                                                                    Rp.     1.000.000
Laba ditahan                                                                                                Rp.        308.000
Penjualan                                                                                         Rp.      4.000.000
    Jumlah                                                      Rp. 5.448.000           Rp.     5.448.000
                                                                 ===========      =============
Data Untuk AJP adalah sebagai berikut:
1.   Porskot asuransi untuk mesin pabrik selama dua tahun . asuransi sampai dengan 31 desember 2011 dan dibayar per 1 januari 2010
2.   Biaya tenaga kerja tidak langsung yang belum dibayarkan sebanyak Rp. 40.000
3.   Sewa gedung untuk beban pabrik sebanyak 80% dan beban kantor 20%
4.   Mesin pabrik disusutkan 10% pertahun dan perabot  5% .masing2 harga perlehan dianggap tidak memiliki nilai residu
5.   Persediaan bahan baku 31desember  2010 senilai Rp. 50.000,persediaan barang dalam proses Rp. 60.000 dan persediaan barang jadi Rp. 100.000
Dari data diatas buatlah Work Sheet atau neraca lajur, harga pokok produksi,harga pokok penjualan,rugi laba ,neraca dan laporan laba ditahan  per 31 Desember 2010.
Jawab:
Ayat Jurnal Penyesuaian:
1.   Biaya Asuransi mesin pabrik                                Rp. 24.000
            Porskot/uangmuka asuransi                                             Rp. 24.000
2.   Biaya TKTL                                                   Rp. 40.000
Hutang BTKTL                                                                     Rp. 40.000
3.   Biaya sewa gedung pabrik                                    Rp. 320.000
Biaya sewa gedung kantor                                    Rp.   80.000
            Biaya sewa gedng                                                   Rp. 400.000
4.   Biaya penyusutan mesin pabrik               Rp. 100.000
Ak.Penyusutan mesin pabrik                                Rp. 100.000
5.   Biaya penyusutan perabot kantor                        Rp. 10.000
Ak. Penyusutan perabot kantor                            Rp. 10.000
6.   Persediaan  bahan baku                           Rp. 1.500.000
Pembelian bahan baku                                        Rp.1.500.000
7.   Biaya Overhead Pabrik                                          Rp. 1.084.000
BTKTL                                                                        Rp. 440.000
Biaya Bahan penolong                                          Rp. 100.000
BOP lain2                                                                  Rp. 100.000
Biaya Asuransi mesin pabrik                                Rp.   24.000
Biaya sewa gedung                                                            Rp. 320.000
Biaya Penyusutan Mesin Pabrik                          Rp. 100.000
8.   Persediaan barang dalam proses                        Rp. 1.570.000
Persediaan bahan baku                                         Rp. 1.570.000
9.   Persediaan Barang Dalam Proses                      Rp. 1.000.000
BTKL                                                                          Rp. 1.000.000
10. Persediaan Barang Dalam Proses                      Rp. 1.084.000
BOP                                                                            Rp. 1.084.000
11. Persediaan Barang Jadi                                        Rp. 3.674.000
Persediaan Barang Dalam Proses                       Rp. 3.674.000
12. HPP                                                                           Rp. 3.774.000
Persediaan Barang Jadi                                         Rp. 3.774.000
PT.BSI
Neraca Lajur ( Work Sheet )
Periode tahun 2010
Nama Rekening
NERACA SALDO
AJP
NSSD
RUGI LABA
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Kas
  100000



100000



Persd Bahan Baku
  120000

1500000(6)
1570000 (8)
50000



Persd Barang Dalam Proses
80000

1570000(8)
1000000(9)
1084000(10)
3674000(11)
60000



Persediaan Barang Jadi
200000

3674000(11)
3774000(12)
100000



Porskot Asuransi.
48000


24000(1)
24000



Mesin Pabrik
1000000



1000000



Ak. Peny Mesin Pabrik

100000

100000(4)

200000


Perabot Kantor
200000



200000



Ak Peny. Perabot Kantor

40000

10000(5)

50000


Modal Saham

1000000



1000000


Laba Ditahan

308000



308000


Penjualan

4000000



4000000

4000000
Pembelian Bahan Baku
1500000


1500000(6)




BTKL
1000000


1000000(9)




BTKTL
400000


440000(7)




Biaya Bahan Penolong
100000


100000(7)




Biaya Sewa Gedung
400000


400000(3)




BOP lain2
100000


100000(7)




Biaya adm kantor
200000



200000

200000

Total
5448000
5448000






Biaya Asuransi mesin pabrik


24000(1)
24000(7)




TKTL Terhutang



40000(2)

40000


Biaya Sewa Gedung pabrik


320000(3)
320000(7)




Biaya sewa gedung kantor


80000(3)

80000

80000

Biaya Peny mesin Pabrik


100000(4)
100000(7)




Biaya Peny Perabot kantor


10000(5)

10000

10000

BOP


1084000(7)
1084000(10)




HPP


3774000(12)

3774000

3774000




14.260000
14260000
5598000
5598000
4064000
4000000








64000







4064000
4064000
Nama Rekening
RUGI LABA
NERACA
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Kas


100000

Persd Bahan Baku


50000

Persd Barang Dalam Proses


60000

Persediaan Barang Jadi


100000

Porskot Asuransi.


24000

Mesin Pabrik


1000000

Ak. Peny Mesin Pabrik



200000
Perabot Kantor


200000

Ak Peny. Perabot Kantor



50000
Modal Saham



1000000
Laba Ditahan



308000
Penjualan

40000000


Pembelian Bahan Baku




BTKL




BTKTL




Biaya Bahan Penolong




Biaya Sewa Gedung




BOP lain2




Biaya adm kantor
200.000



Total




Biaya Asuransi mesin pabrik




TKTL Terhutang



40000
Biaya Sewa Gedung pabrik




Biaya sewa gedung kantor
80.000



Biaya Peny mesin Pabrik




Biaya Peny Perabot kantor
10.000



BOP




HPP
3.774.000




4.064.000
4.000.000
1.534.000
1.598.000


64.000
    64.000


4.064.000
4.064.000
1.598.000
1.598.000















PT. BSI
Laporan  Harga  Pokok Produksi
Periode  31 Desember  2010
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Persediaan Barang Dalam Proses Awal                                                 Rp.     80.000
Pemakaian Bahan baku:
            Persediaan bahan baku awal       Rp   . 120.000
            Pembelian bahan baku                  Rp. 1.500.000+
            Bahan baku tersedia dipakai                     Rp. 1.620.000
Persediaan bahan baku akhir                         Rp.      50.000-
Pemakaian bahan baku                                                           Rp. 1,570.000
     Biaya TKL                                                                         Rp. 1.000.000
     BOP:
            BTKTL                                                                        Rp. 440.000
            Biaya Bahan Penolong                                          Rp. 100.000
            BOP lainnya                                                             Rp. 100.000
            Biaya Asuransi Mesin                                             Rp.   24.000
            Biaya  sewa gedung pabrik                                   Rp. 320.000
            Biaya penyusutan Mesin pabrik                           Rp. 100.000+
                                                                                                            Rp  1.084.000+
         Biaya Produksi                                                                                    Rp. 3.734.000
   Persediaan barang dalam proses akhir                                               Rp.      60.000-
   Harga Pokok Produksi                                                                          Rp. 3.674.000
                                                           
           
PT.BSI
Laporan Perhitungan Rugi Laba
Periode 31 Desember 2010
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Penjualan                                                                                                     Rp. 4.000.000
Harga Pokok Penjualan:
Persediaan Barang jadi awal                              Rp.    200.000
Harga Pokok Produksi                                         Rp. 3.674.000+
                                                                                    Rp. 3.874.000
Persediaan Barang jadi akhir                             Rp.    100.000-
Harga Pokok Penjualan                                                                           Rp. 3.774.000-
Laba Kotor                                                                                                   Rp.    226.000
Biaya Operasional:
Biaya Administrasi Kantor                                   Rp.    200.000
Biaya Sewa Gedung Kantor                                Rp.      80.000
Biaya Penyusutan Perabot kantor                    Rp.      10.000+
                                                                                                                        Rp.    290.000-
Rugi Operasional                                                                                       Rp.      64.000
                                                                                                            ===========
PT.BSI
Neraca
Per 31 Desember 2010
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Aktva Lancar:
Kas                                                                                         Rp. 100.000
Persediaan:
Persediaan Bahan Baku              Rp.   50.000
Persediaan BDP                             Rp.   60.000
Persediaan Barang Jadi               Rp. 100.000+
                                                                                                Rp. 210.000
Porsekot asurasi                                                                Rp.   24.000+
Jumlah Aktiva Lancar                                                                               Rp. 334.000
Aktiva Tetap:
Mesin Pabrik                                    Rp. 1.000.000
Ak. Peny Mesin pabrik                  Rp.    200.000-
                                                                                                            Rp. 800.000
Perabot Kantor                               Rp.    200.000
Ak. Peny Perabot kantor              Rp.      50.000-
                                                                                                            Rp. 150.000+
Jumlah aktiva Tetap                                                                                  Rp950.000+
Jumlah Akiva                                                                                              Rp1.284.000
                                                                                                        ==========
Hutang lancar:
Hutang Biaya TKTL                                                                                  Rp.  40.000
Modal:
Modal Saham                                  Rp. 1.000.000
Laba Ditahan                                   Rp.    244.000+
Jumlah  Modal                                                                                            Rp. 1.244.000+
Jumlah Pasiva                                                                                           Rp. 1.284.000
                                                                                                            ============
PT.BSI
Laporan Laba Ditahan
Per 31 Desember 2010
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Laba Ditahan 1 Januari 2010                                                      Rp.         308.000
Rugi Tahun Berjalan                                                                     Rp.           64.000-
Laba Ditahan 31 Desember 2010                                               Rp.         244.000
                                                                                           ==============
PT.Nisa Mandiri  perusahaan yang bergerak  dibidang keramik pada tanggal   31  Desember  2010  memiliki   data   Neraca  Saldo sebagai berikut:
PT.Nisa Mandiri
Neraca Saldo
31 Desember 2010
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kas                                                                 Rp.      50.000
Persediaan bahan baku                             Rp.      60.000
Persediaan barang dalam proses                        Rp.      40.000
Persediaan barag jadi                                 Rp.    100.000
Porskot asuransi                                          Rp.      24.000
Mesin pabrik                                                 Rp.    500.000
Perabot kantor                                              Rp.    100.000
Pembelian bahan baku                              Rp.    750.000
Biaya BTKL                                                   Rp.    500.000
BTKTL                                                            Rp.    200.000
Pemakaian Bahan penolong                    Rp.      50.000
Biaya sewa gedung                                                Rp.    200.000
BOP lain2                                                      Rp.      50.000
Biaya administrasi kantor                           Rp.    100.000
Akumulasi penyusutan mesin pabrik                                          Rp.        50.000
Akumulasi penyusutan perabot kantor                                       Rp.        20.000
Modal saham                                                                                    Rp.      500.000
Laba ditahan                                                                                                Rp.      154.000
Penjualan                                                                             __        Rp.   2.000.000+
    Jumlah                                                      Rp. 2.724.000           Rp.    2.724.000
                                                                 ===========      ============
Data Untuk AJP adalah sebagai berikut:
1.   Porskot asuransi untuk mesin pabrik selama dua tahun . asuransi
sampai dengan 31 desember 2011 dan dibayar per 1 januari 2010
2.   BTKTL yang belum dibayarkan sebanyak Rp. 30.000
3.   Sewa gedung untuk beban pabrik sebanyak 70% dan beban kantor
 30%
4.   Mesin pabrik disusutkan 15% pertahun dan perabot  10 % .masing2
     harga perlehan dianggap tidak memiliki nilai residu
5.   Persediaan bahan baku per  31desember  2010 senilai    Rp30.000,
persediaan barang dalam proses Rp. 40.000 dan persediaan barang jadi Rp. 75.000
Dari data diatas buatlah Work Sheet atau neraca lajur, harga pokok produksi,harga pokok penjualan, rugi laba, neraca dan laporan laba ditahan  per 31 Desember 2010.

Credit : Tentangku...

Minggu, 13 Juli 2014

[K-LYRIC] Hyorin – Hello/ Goodbye 안녕 (OST You Who Come From Star)

우연히 내게 다가와
uyeonhi naege dagawa
감싸 안아주고
gamssa anajugo
서로 멍하니 바라보다
seoro meonghani baraboda
건낸 말 안녕
geonnaen mal annyeong
꿈속에서만 스쳐갔던
kkumsogeseoman seuchyeogatdeon
지금 넌 내 앞에
jigeum neon nae ape
사랑이 왔는데
sarangi wanneunde
그댄 떠난대
geudaen tteonandae
기다렸는데
gidaryeonneunde
더 볼 수가 없대
deo bol suga eopdae
늘 바보처럼
neul babocheoreom
흐르는 눈물이 말해
heureuneun nunmuri malhae
안녕 이젠 Good bye
annyeong ijen Good bye
Hello Hello Hello
Hello Hello Hello
Hello Hello
Hello Hello
다시 만날 땐 내가 먼저
dasi mannal ttaen naega meonjeo
괜찮아 안녕
gwaenchanha annyeong
꿈에서라도 마주칠까
kkumeseorado majuchilkka
두 눈을 감아요
du nuneul gamayo
사랑이 왔는데
sarangi wanneunde
그댄 떠난대
geudaen tteonandae
기다렸는데
gidaryeonneunde
더 볼 수가 없대
deo bol suga eopdae
늘 바보처럼
neul babocheoreom
흐르는 눈물이 말해
heureuneun nunmuri malhae
안녕 이젠 Good bye
annyeong ijen Good bye
시간이 서둘러
sigani seodulleo
널 내게로 데려와주길
neol naegero deryeowajugil
단 한번만 말해주길
dan hanbeonman malhaejugil
믿어지지 않는 이야기를
mideojiji annneun iyagireul
어디 있는지
eodi inneunji
내맘 아는지
naemam aneunji
보고 싶은데
bogo sipeunde
(다신 볼 수 없는 곳에)
(dasin bol su eomneun gose)
밤 하늘에 소리쳐 안녕
bam haneure sorichyeo annyeong
사랑이 왔는데
sarangi wanneunde
그댄 떠난대
geudaen tteonandae
기다렸는데
gidaryeonneunde
더 볼 수가 없대
deo bol suga eopdae
늘 바보처럼
neul babocheoreom
흐르는 눈물이 말해
heureuneun nunmuri malhae
안녕 이젠 Good bye
annyeong ijen Good bye
Hello Hello Hello
Hello Hello Hello
Hello Hello
Hello Hello

INDONESIAN TRANSLATION

(*please take all with credit if you copy paste and reposte/ HARAP SERTAKAN CREDIT jika Anda ingin mengcopy paste dan memposting kembali untuk kebutuhan situs, personal, grup, ataupun page).
Secara kebetulan kau datang padaku
Dan memelukku
Dengan hampa kita saling berpandangan
Kau mengatakan selamat tinggal
Dulu kau hanya melintas dalam mimpiku
Kini kau ada di depanku
Cinta telah datang namun kau meninggalkanku
Aku sudah menunggumu namun aku tak bisa melihatmu
Selalu seperti orang bodoh
Air mata yang mengalir saat ini mengatakan selamat tinggal, good bye
Hello HelloHello
Hello Hello
Saat kita bertemu lagi, akulah yang lebih dulu mengatakan
Halo, aku baik-baik saja
Apakah aku akan bertemu denganmu dalam mimpi?
Dan aku menutup mataku
Cinta telah datang namun kau meninggalkanku
Aku sudah menunggumu namun aku tak bisa melihatmu
Selalu seperti orang bodoh
Air mata yang mengalir saat ini mengatakan selamat tinggal, good bye
Aku harap waktu berjalan cepat
Dan membawaku padamu
Aku juga berharap kau mengatakan cerita yang tak dapat kupercaya sekali lagi
Dimana dirimu?
Apakah kau mengerti isi hatiku?
Aku merindukanmu
(di tempat aku tak bisa melihatmu lagi)
Aku berteriak ke langit malam, Annyeong
Cinta telah datang namun kau meninggalkanku
Aku sudah menunggumu namun aku tak bisa melihatmu
Selalu seperti orang bodoh
Air mata yang mengalir saat ini mengatakan selamat tinggal, good bye
Hello HelloHello
Hello Hello
KOSAKATA
우연히 (uyeonhi): kebetulan
멍하니 (meonghani): hampa
스치다 (seuchida): lewat
먼저 (meonjeo): lebih dahulu
서둘러 (seodulleo): dengan cepat, segera
데려오다 (teryeooda): membawa

Sumber : haerajjang

Seri PPh - Pajak Penghasilan Pasal 23

Pengertian
Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 adalah pajak yang dipotong atas penghasilan yang berasal dari modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan, selain yang telah dipotong PPh Pasal 21.
Pemotong dan Penerima Penghasilan yang Dipotong PPh Pasal 23
  1. Pemotong PPh Pasal 23:
    1. badan pemerintah;
    2. Subjek Pajak badan dalam negeri;
    3. penyelenggaraan kegiatan;
    4. bentuk usaha tetap (BUT);
    5. perwakilan perusahaan luar negeri lainnya;
    6. Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri tertentu, yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak.
  2. Penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 23:
    1. WP dalam negeri;
    2. BUT
Tarif dan Objek PPh Pasal 23
  1. 15% dari jumlah bruto atas:
    1. dividen kecuali pembagian dividen kepada orang pribadi dikenakan final, bunga, dan royalti;
    2. hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong PPh pasal 21.
  2. 2% dari jumlah bruto atas sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta kecuali sewa tanah dan/atau bangunan.
  3. 2% dari jumlah bruto atas imbalan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi dan jasa konsultan.
  4. 2% dari jumlah bruto atas imbalan jasa lainnya, yaitu:
    1. Jasa penilai;
    2. Jasa Aktuaris;
    3. Jasa akuntansi, pembukuan, dan atestasi laporan keuangan;
    4. Jasa perancang;
    5. Jasa pengeboran di bidang migas kecuali yang dilakukan oleh BUT;
    6. Jasa penunjang di bidang penambangan migas;
    7. Jasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selain migas;
    8. Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara;
    9. Jasa penebangan hutan
    10. Jasa pengolahan limbah
    11. Jasa penyedia tenaga kerja
    12. Jasa perantara dan/atau keagenan;
    13. Jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga, kecuali yang dilakukan KSEI dan KPEI;
    14. Jasa kustodian/penyimpanan-/penitipan, kecuali yang dilakukan oleh KSEI;
    15. Jasa pengisian suara (dubbing) dan/atau sulih suara;
    16. Jasa mixing film;
    17. Jasa sehubungan dengan software komputer, termasuk perawatan, pemeliharaan dan perbaikan;
    18. Jasa instalasi/pemasangan mesin, peralatan, listrik, telepon, air, gas, AC, dan/atau TV kabel, selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi
    19. Jasa perawatan / pemeliharaan / pemeliharaan mesin, peralatan, listrik, telepon, air, gas, AC, dan/atau TV kabel, selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi
    20. Jasa maklon
    21. Jasa penyelidikan dan keamanan;
    22. Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer;
    23. Jasa pengepakan;
    24. Jasa penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media massa, media luar ruang atau media lain untuk penyampaian informasi;
    25. Jasa pembasmian hama;
    26. Jasa kebersihan atau cleaning service;
    27. Jasa katering atau tata boga.
  5. Untuk yang tidak ber-NPWP dipotong 100% ebih tinggi dari tarif PPh Pasal 23
  6. Yang dimaksud dengan jumlah bruto adalah seluruh jumlah penghasilan yang dibayarkan, disediakan untuk dibayarkan, atau telah jatuh tempo pembayarannya oleh badan pemerintah, subjek pajak dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya kepada Wajib Pajak dalam negeri atau bentuk usaha tetap, tidak termasuk:
    1. Pembayaran gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang diabayarkan oleh WP penyedia tenaga kerja kepada tenaga kerja yang melakukan pekerjaan, berdasarkan kontrak dengan pengguna jasa;
    2. Pembayaran atas pengadaan/pembelian barang atau material (dibuktikan dengan faktur pembelian);
    3. Pembayaran kepada pihak kedua (sebagai perantara) untuk selanjutnya dibayarkan kepada pihak ketiga(dibuktikan dengan faktur tagihan pihak ketiga disertai dengan perjanjian tertulis);
    4. Pembayaran penggantian biaya (reimbursement) yaitu penggantian pembayaran sebesar jumlah yang nyata-nyata telah dibayarkan oleh pihak kedua kepada pihak ketiga (dibuktikan dengan faktur tagihan atau bukti pembayaran yang telah dibayarkan kepada pihak ketiga).
    Jumlah bruto tersebut tidak berlaku:
    1. Atas penghasilan yang dibayarkan sehubungan dengan jasa katering;
    2. Dalam hal penghasilan yang dibayarkan sehubungan dengan jasa, telah dikenakan pajak yang bersifat final;
Penghitungan PPh Pasal 23 terutang menggunakan jumlah bruto tidak termasuk PPN
Dikecualikan dari Pemotongan PPh Pasal 23:
  1. Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank;
  2. Sewa yang dibayar atau terutang sehubungan dengan sewa guna usaha dengan hak opsi;
  3. Dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai WP dalam negeri, koperasi, BUMN/BUMD, dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia dengan syarat:
    1. dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan;
    2. bagi perseroan terbatas, BUMN/BUMD, kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% ( dua puluh lima persen) dari jumlah modal yang disetor;
    3. Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma dan kongsi termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif;
    4. SHU koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya;
    5. Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada badan usaha atas jasa keuangan yang berfungsi sebagai penyalur pinjaman dan/atau pembiayaan.
Saat Terutang, Penyetoran, dan Pelaporan PPh Pasal 23
  1. PPh Pasal 23 terutang pada akhir bulan dilakukannya pembayaran, disediakan untuk dibayar, atau telah jatuh tempo pembayarannya, tergantung peristiwa yang terjadi terlebih dahulu.
  2. PPh Pasal 23 disetor oleh Pemotong Pajak paling lambat tanggal sepuluh bulan takwim berikutnya setelah bulan saat terutang pajak.
  3. SPT Masa disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat, paling lambat 20 hari setelah Masa Pajak berakhir.
Dalam hal jatuh tempo penyetoran atau batas akhir pelaporan PPh Pasal 23 bertepatan dengan hari libur termasuk hari sabtu atau hari libur nasional, penyetoran atau pelaporan dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya.
Bukti Pemotong PPh Pasal 23
Pemotong Pajak harus memberikan Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 kepada Wajib Pajak Orang Pribadi atau badan yang telah dipotong PPh Pasal 23.

Cr: pajak.go.id

Selasa, 17 Juni 2014

Manfaat Kulit Pisang

Pisang adalah tumbuhan yang bisa dimanfaatkan seluruhnya untuk kita. Mulai dari batang, daun, hingga buahnya yang berguna untuk mereduksi risiko kanker, bahkan kulitnya.

Ya, kalau makan pisang jangan buang kulitnya. Ternyata banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari kulit pisang. Kulit pisang dikenal memiliki sifat antijamur dan antibiotik. Kulit pisang sarat akan vitamin, mineral, dan serat. Lengkapnya, inilah 10 manfaat kulit pisang.

  




1. Obat Alami untuk Psoriasis

Psoriasis dialami oleh banyak orang. Kulit pisang dapat dimanfaatkan sebagai obat alami untuk menyingkirkan psoriasis.

Gosokkan bagian dalam kulit pisang di area yang terkena psoriasis.

Awalnya area tersebut akan menjadi merah, namun dengan penggunaan secara terus-menerus akan terlihat perbedaan hasilnya.

 
2. Mengobati Jerawat

Kulit pisang juga bisa dimanfaatkan untuk kondisi kulit lainnya yaitu sebagai obat jerawat.

Gosokkan bagian dalam kulit pisang pada jerawat. Setelah penggunaan rutin, jerawat tidak akan lagi terlihat.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, disarankan mengoleskan kulit pisang pada jerawat di malam hari.


3. Mengobati Kutil

Manfaat lain dari kulit pisang adalah mengobati kutil. Gosok bagian dalam kulit pisang pada kutil setiap malam, efeknya akan terlihat pada hari ke 7-10.

Sebagai alternatif, kulit pisang bisa dilekatkan pada kutil selama semalaman. Lihat hasilnya dalam 15 hari.


4. Mempercantik Kulit

Untuk kulit kenyal yang indah, gosokkan bagian dalam kulit pisang pada wajah sebelum tidur.

Biarkan semalaman, cuci keesokan harinya dengan air hangat.

  


5. Mengatasi Iritasi & Gatal

Alergi, iritasi kulit, dan memar kulit juga dapat diobati dengan kulit pisang.

Jika kulit gatal, tempelkan bagian dalam kulit pisang pada area yang terkena gatal dan biarkan semalaman.

Bahan kimia dalam kulit pisang akan membantu menyingkirkan rasa gatal.


6. Mengobati Luka

Luka karena cedera, terutama pada lutut dapat disembuhkan dengan kulit pisang.

Gosok lutut dengan bagian dalam kulit pisang dan lihat efek penyembuhannya.


7. Memutihkan Gigi

Beberapa orang mengklaim bahwa menggosokkan bagian dalam kulit pisang pada gigi secara teratur bisa membantu memutihkan gigi.

Kulit pisang harus digosok pada gigi dengan gerakan melingkar.

Jika kulit pisang digunakan setiap hari, efek pemutihan gigi akan terlihat dalam waktu sekitar dua minggu.


8. Mengatasi Gigitan Nyamuk

Bila terkena gigitan nyamuk, kulit menjadi teriritasi dan gatal.

Kulit pisang bisa digunakan untuk mengurangi pembengkakan, gatal, serta iritasi yang disebabkan oleh gigitan nyamauk.


9. Mengkilapkan Aksesoris Perak & Kulit

Kulit pisang ternyata bisa membuat aksesoris yang terbuat dari perak dan kulit kembali mengkilap.

Sebelum digunakan, disarankan untuk melakukan pengujian dengan menempelkan sedikit kulit pisang di tempat yang tidak mudah terlihat pada aksesoris tersebut.


10. Pupuk Kompos

Kulit pisang bisa juga digunakan sebagai pupuk kompos untuk tanaman.

Kadar kalium dan fosfor yang tinggi pada kulit pisang terbukti sangat membantu saat digunakan sebagai pupuk kompos

Cara Meluruskan Rambut Secara Alami

Rambut lurus dan indah rupanya masih menjadi trend di beberapa kalangan. Karena itu trik meluruskan rambut yang disebut rebonding masih laku di salon-salon kecantikan. Namun memiliki rambut yang lurus dan mempesona seperti bintang drama korea tidaklah murah. Kita harus merogoh kocek cukup dalam jika ingin hasilnya maksimal.

Tapi bagi Anda yang terbatas masalah dana tidak perlu khawatir. Karena dengan cara alami kita masih bisa memiliki rambut lurus dan indah. Seperti dilansir dari situs Boldsky, berikut ini cara meluruskan rambut dengan bahan alami.

Spray Susu
Campurkan susu dan air dalam botol spray. Kocok hingga tercampur dengan rata. Semprotkan larutan susu tersebut ke rambut sebelum keramas secara merata. Diamkan hingga mengering, kira-kira 20-25 menit, lalu bilas tanpa menggunakan sampo sampai bersih dan pakai conditioner agar rambut tetap lembab. Biarkan kering secara alami.
Cara Meluruskan Rambut
Susu dan Madu
Selain larutan susu dan air, campuran susu dan madu juga bisa digunakan untuk meluruskan rambut agar hasilnya lebih maksimal. Caranya sama, yaitu dengan mencampur susu dan madu hingga merata lalu dioleskan pada rambut. Setelah itu, diamkan selama dua jam. Bilas rambut hingga bersih dan sisir dengan lembut.

Minyak zaitun
Dari dulu, minyak zaitun biasa digunakan sebagai bahan untuk produk kecantikan. Salah satunya untuk perawatan rambut. Produk perawatan rambut ini tersedia di toko atau swalayan manapun. Minyak zaitun dapat dicampur dengan telur untuk mendapatkan rambut lurus dan mudah dikelola secara alami.

Ambil 2 butir telur dan kocok hingga lembut. Tambahkan 2 sendok teh minyak zaitun, kocok lagi hingga tercampur rata. Oleskan larutan dengan rata dengan menggunakan sisir garpu sampai seluruh rambut. Diamkan selama kurang lebih 2 jam jam, sampai rambut kita terasa kering. Setelah itu bilas rambut dengan shampoo hingga bersih. Treatment ini dapat membuat rambut kita lebih lurus dan nutrisinya terjaga.

Jeruk nipis dan santan
Cara membuat: Gunakan santan yang diperas dari satu buah kelapa secara alami untuk treatment yang satu ini. Lalu campurkan 1 buah sari jeruk nipis dan aduk hingga teksturnya menjadi creamy. Dinginkan krim di kulkas selama semalam untuk digunakan besok harinya. Oleskan krim ke kulit kepala kita hingga rata, lalu bungkus rambut kita dengan handuk panas. Setelah satu jam, bilas rambut kita dan cuci dengan shampoo hingga bersih. Lakukan treatment ini tiga kali seminggu dan rambut kita akan jadi lebih lurus!

Masker Susu dan telur
Campurkan susu dan telur dan gunakan untuk masker rambut. Masker ini akan membuat rambut mengkilap, lurus, lembut dan mudah dikelola. Oleskan pada rambut dan biarkan kering. Bilas dengan shampo dan kondisioner untuk melihat perbedaannya.

Masker Pisang dan pepaya
Masker rambut ini sangat efektif untuk menjaga rambut tetap lurus dan berkilau. Campur pisang dan pepaya, lalu tambahkan susu. Oleskan pada rambut dan biarkan selama 30-45 menit. Bilas dan blow dry.

Air kelapa dan jeruk lemon
Campurkan segelas air kelapa dan dua sdm air jeruk lemon. Kemudian, diamkan larutan tersebut selama beberapa saat dan masukkan dalam lemari es. Untuk menggunakannya, Anda cukup mengoleskan di seluruh rambut hingga ke akar, sembari memijatnya. Sisir rambut dengan lembut dan bungkus shower cap. Diamkan sebentar lalu bilas dengan air bersih.

Nah, itu dia beberapa cara meluruskan rambut dengan bahan alami tanpa rebonding di salon. Jika anda rutin dalam melakukannya, hasilnya pasti memuaskan. Pada akhirnya, rambut lurus bukan satu-satunya jalan untuk tampil cantik. Potongan rambut ikal atau keriting pun bisa tetap terlihat cantik.

Cr: carasehathidup

Manfaat Minyak Zaitun

Minyak Zaitun dipercaya berkhasiat bagi kecantikan. Minyak zaitun mampu melembutkan kulit wajah, mempertahankan keindahan kulit tubuh, dan berguna bagi keindahan rambut. Berikut ini adalah cara menggunakan minyak zaitun agar memberi hasil optimal bagi kulit dan rambut Anda:

Melembutkan kulit wajah
Karena percaya akan khasiatnya bagi kecantikan, artis asal Italia Sophia Loren suka sekali berendam dalam minyak zaitun. Ia tetap terlihat cantik dan amet muda di usia 70-an tahun. Jadi, minyak zaitun tergolong aman jika digunakan langsung pada kulit tubuh. Tapi bagaimanakah efeknya jika dibubuhkan langsung pada kulit wajah?
  
Untuk wajah, minyak zaitun bisa dioleskan langsung guna melembapkan kulit yang kering dan kasar. Tetapi tidak disarankan untuk kulit berminyak, karena dapat merangsang timbulnya jerawat.
  
Minyak zaitun yang dicampur bahan lain pun dapat memberikan kegunaan yang berbeda, di antaranya:

-Kulit wajah cerah dan mencegah kerutan. Campur 1 sdm minyak zaitun dengan ½ sdm cuka apel dan ½ sdm air. Aduk rata lalu ulaskan pada kulit wajah yang telah dibasahi air setiap malam menjelang tidur.

-Untuk scrubbing. Campur 1 sdm minyak zaitun dengan ½ sdt gula pasir. Basahi kulit wajah lalu ulaskan campuran tersebut. Gosok searah jarum jam perlahan, jangan ditekan atau digosokkan terlalu kasar. Bilas dengan air hangat lalu keringkan dengan handuk. Lakukan perawatan ini secara teratur untuk mempertahankan keremajaan kulit sekaligus merangsang regenerasi sel kulit. Juga dapat dipakai untuk melembutkan kulit jemari tangan.

-Melembutkan bibir kering dan pecah-pecah. Ulaskan minyak zaitun jenis extra virgin atau unrefined setiap malam menjelang tidur.


Mempertahankan keindahan kulit tubuh
Minyak zaitun juga kerap digunakan sebagai campuran minyak pijat, dengan tujuan menjaga kehalusan serta mempertahankan kekenyalan dan kekencangan kulit tubuh.

-Agar kulit lembut, campurkan 2-3 tetes minyak zaitun dengan body lotion atau pelembap tubuh yang biasa Anda gunakan. Ulaskan merata pada seluruh tubuh setiap habis mandi. Dapat juga dipakai sebagai bath oil. Caranya, campurkan 5 tetes minyak zaitun extra virgin atau unrefined ke dalam bak mandi lalu berendamlah selama 15 menit. Sebaiknya tidak memakai sabun setelah berendam.

-Untuk mengatasi siku yang kasar, belah sebuah lemon menjadi 2 bagian, lalu teteskan 2 tetes minyak zaitun pada potongan lemon tersebut. Tempel dan tekan potongan lemon tersebut pada siku kurang lebih 10 menit. Bilas dan keringkan.

-Jika timbul garis-garis halus atau kerutan pada payudara, oleskan minyak zaitun secara merata. Kemudian kompres dengan handuk hangat selama 5-10 menit. Untuk perawatan lebih lanjut, campur minyak zaitun dengan kuning telur dan perasan lemon. Gunakan campuran ini untuk memijat payudara secara perlahan.Lakukan sebelum tidur dan diamkan hingga esok pagi.

-Untuk menjaga kesehatan kuku, rendam jemari tangan di dalam air hangat yang ditetesi
minyak zaitun (2-3 tetes). Cara ini dapat memperkuat kuku sekaligus melembutkan kutikula. Lakukan seminggu sekali selama 5-10 menit.

Untuk kesehatan rambut
Sampo dan kondisioner yang mengandung minyak zaitun dipercaya dapat membantu mengatasi rambut kering akibat paparan sinar matahari, sering berada di ruangan ber-AC, atau sering memakai produk rambut berbahan kimia (cat rambut, obat keriting, obat pelurus). Nutrisi dari minyak zaitun akan membantu memperbaiki struktur kutikula rambut, sehingga rambut tetap lembap, lebih kuat, elastis, dan tidak mudah bercabang. Dengan pemakaian teratur, rambut akan lebih lembut dan sehat berkilau.

-Oleskan minyak zaitun langsung pada rambut untuk mengatasi rambut yang kusut. Caranya, bubuhkan 2-3 tetes minyak zaitun pada telapak tangan, gosok-gosokkan sebentar, lalu usapkan pada bagian rambut yang kering dan kusut.

-Untuk mengatasi ketombe atau gatal pada kulit kepala, campur merata minyak zaitun, minyak jarak, perasan lemon,serta air dari seduhan daun peppermint. Bubuhkan merata pada kulit kepala sambil dipijat perlahan. Diamkan selama 15 menit (bisa dibungkus dengan handuk hangat, baru kemudian dibilas.
 

[LYRIC] INFINITE – MOM with Indonesia Translate

romanized :
Otteohke sijak haeya halkka.
I eosaekhan gobaek-eul
eoriseok gedo…
Musinhagedo mirweo on yaegideul
Geuraedo dwineun jul arasseo. Apa han jul mollaseo..
I daeume ddo i daeum-e.. Mirugo mireo oda
Ijeseoya mal haneyo Love u ggok hanbeon haejugo siphteon mal
I love u
Heunhaedo hanbeoneul mothae jun keu mal..
Gakkai isseoseo neul gwaenchandago marhaeseo
Geuraedo dwineun jul arasseo
For you
yeothae ggeot bankiman haesseoseo Song for you
Gosaenghan dangshinkke deurigo sipheun
Bogoshipeodo deudgo shipheodo
Neul keuroh deusi neujeottneyo
Eoril jeok joreumyeon badattdeon
Jangnam kam seonmul cheoreom…
Nae geosin deut dangyeon hake
Bada on maeum deureul
Ijeseoya mal haneyo Love u ggok hanbeon haejugo siphteon mal
I love u
Heunhaedo hanbeoneul mothae jun keu mal..
Gakkai isseoseo neul gwaenchandago marhaeseo
Geuraedo dwineun jul arasseo
For you
yeothae ggeot bankiman haesseoseo Song for you
Gosaenghan dangshinkke deurigo sipheun
Bogoshipeodo deudgo shipheodo
Neul keuroh deusi neujeottneyo
Sesangi nareul da keu chyeodo
Sesange honja namgyeo jyeottda neukkil ddaedo
Hangsang naege byeonchi anheun sarangeul Boyojun geudael wi..hae
Ijen naega byeonhalkeyo
Naega deo jarhalkeyo
Love u ggok hanbeon haejugo siphteon mal
I love u
Heunhaedo hanbeoneul mothae jun keu mal..
Gakkai isseoseo neul gwaenchandago marhaeseo
Geuraedo dwineun jul arasseo
For you
yeothae ggeot bankiman haesseoseo Song for you
Gosaenghan dangshinkke deurigo sipheun
Bogoshipeodo deudgo shipheodo
Neul keuroh deusi neujeottneyo

[TRANS]
Bagaimana aku harus memulai ini pengakuan canggung ini?
Mengapa aku menjadi seperti orang bodoh dan tidak penuh perhatian menjauhkan aku
Aku pikir itu akan baik-baik saja jika seperti itu karena aku tidak tahu kau berada didalam sakit
Di kemudian hari, Di kemudian hariaku mendorong itu kembali dan sekarang aku akhirnya memberitahumu
Mencintaimu, aku benar-benar ingin memberitahu mu, aku mencintaimu. Kata umum tapi aku tidak pernah mengatakan kata-kata itu. Karena kau selalu dekat, karena kau selalu mengatakan tidak apa-apa, aku pikir itu baik-baik saja.
Untuk mu, aku hanya menerima selama ini. Lagu untuk mu, aku ingin memberikannya kepada mu yang telah menderita.
Meskipun aku rindu padamu, meskipun aku ingin mendengar darimu, seperti biasa, aku terlambat lagi
Seperti mainan yang ku terima dengan mengemis saat aku masih kecil. Seolah-olah itu milikku
aku pikir itu wajar untuk menerima kasih sayangmu.
Sekarang aku akan memberikan kembali kepadamu
Mencintaimu, aku benar-benar ingin memberitahu mu, aku mencintaimu. Kata umum tapi aku tidak pernah mengatakan kata-kata itu. Karena kau selalu dekat, karena kau selalu mengatakan tidak apa-apa, aku pikir itu baik-baik saja.
Untuk mu, aku hanya menerima selama ini. Lagu untuk mu, aku ingin memberikannya kepada mu yang telah menderita.
Meskipun aku rindu padamu, meskipun aku ingin mendengar darimu, seperti biasa, aku terlambat lagi
Bahkan jika dunia menekanku bahkan ketika merasa seperti aku sendirian.
Kau selalu menunjukkan kasih sayang yang tidak berubah.
Aku akan berubah sekarang, aku akan lebih baik
Mencintaimu, aku benar-benar ingin memberitahu mu, aku mencintaimu. Kata umum tapi aku tidak pernah mengatakan kata-kata itu. Karena kau selalu dekat, karena kau selalu mengatakan tidak apa-apa, aku pikir itu baik-baik saja.
Untuk mu, aku hanya menerima selama ini. Lagu untuk mu, aku ingin memberikannya kepada mu yang telah menderita.
Meskipun aku rindu padamu, meskipun aku ingin mendengar darimu, seperti biasa, aku terlambat lagi

romanized by : tikaluph @ INFINITE7SOUL
IndTrans : @kei8day at Infinite For InspiritINA
Source cr : mel0n