Sabtu, 07 Mei 2016

PERSAINGAN MONOPOLISTIK



KATA PENGANTAR
Pasar persaingan monopolistik pada dasarnya adalah pasar yang berada diantara dua jenis pasar yang ekstrem, yaitu persaingan sempurna dari monopoli. Pasar persaingan monopolistis dapat didefinisikan sebagai suatu pasar dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda corak (differentiated product). Kurva permintaaan yang dihadapi oleh firma dalam persaingan monopolistik adalah lebih elastis dari yang dihadapi monopoli tetapi elastisitasnya tidak sampai mencapai elastis sempurna(kurva permintaan adalah sejajar sumbu datar), yaitu kurva permintaan yang dihadapi suatu firma dalam persaingan sempurna. Maka pada hakekatnya kurva permintaan keatas barang produksi firma dalam persaingan monopolistik adalah bersifat menurun secara sedikit demi sedikit (lebih mendatar dan bukan turun dengan curam). Oleh karena kurva permintaan dalam persaingan monopolistik tidak bersifat elastis sempurna, kurva hasil penjualan marginal (MR) tidak berimpit dengan kurva permintaan. Dalam persaingan monopolistik kurva MR adalah sama dengan seperti yang terdapat dalam monopoli, yaitu kurva tesebut terletak dibawah kurva permintaan.
Maka dari itu, kami selaku penulisan makalah ini mengharapkan setelah membaca materi tentang persaingan monopolistik, teman-teman dapat memahami materi yang kami bawakan. Serta dapat membantu teman-teman untuk mengetahui lebih dalam mengenai persaingan monopolistik. Semoga dengan dibuatnya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya.
Dan tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Allah.SWT yang telah memberikan nikmat panjang umur sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini. Dan tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada orang tua (Ayah/Ibu) kami yang telah memberikan dukungan kepada penyusun.




Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang:
Pasar persaingan monopolistik pada dasarnya adalah pasar yang berada diantara dua jenis pasar yang ekstrem, yaitu persaingan sempurna dari monopoli. Pasar persaingan monopolistis dapat didefinisikan sebagai suatu pasar dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda corak (differentiated product). Kurva permintaaan yang dihadapi oleh firma dalam persaingan monopolistik adalah lebih elastis dari yang dihadapi monopoli tetapi elastisitasnya tidak sampai mencapai elastis sempurna(kurva permintaan adalah sejajar sumbu datar), yaitu kurva permintaan yang dihadapi suatu firma dalam persaingan sempurna. Maka pada hakekatnya kurva permintaan keatas barang produksi firma dalam persaingan monopolistik adalah bersifat menurun secara sedikit demi sedikit (lebih mendatar dan bukan turun dengan curam). Oleh karena kurva permintaan dalam persaingan monopolistik tidak bersifat elastis sempurna, kurva hasil penjualan marginal (MR) tidak berimpit dengan kurva permintaan. Dalam persaingan monopolistik kurva MR adalah sama dengan seperti yang terdapat dalam monopoli, yaitu kurva tesebut terletak dibawah kurva permintaan.


Tujuan dari materi:
Tujuan penulisan makalah ini adalah diharapkan setelah membaca materi tentang struktur: persaingan monopolistik, kita dapat memahami materi tersebut. Serta dapat membantu teman-teman untuk mengetahui lebih dalam mengenai persaingan monopolistik. Semoga dengan dibuatnya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya.
BAB II
PEMBAHASAN

A.  PENGERTIAN PERSAINGAN MNOPOLISTIK
Pasar persaingan monopolistis dapat didefinisikan sebagai suatu pasar dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda corak (differentiated product). Pasar persaingan monopolistik pada dasarnya adalah pasar yang berada diantara dua jenis pasar yang ekstrem, yaitu persaingan sempurna dari monopoli. Oleh seab itu sifat-sifatnya mengandung unsur sifat-sifat pasar monopoli, dan unsur-unsur sifat pasar persaingan sempurna.

B.  SIFAT-SIFAT PERSAINGAN MONOPOLISTIK
1.    Jumlah pemeli dan penjual agak banyak, tapi tidak sebanyak dalam persaingan sempurna, sehingga masing-masing perusahaan masih mempunyai pengaruh atas harga meskipun tidak besar.
2.    Barang-barang yang diperjualbelikan tidak homogen, bahkan sengaja dibeda-bedakan, baik dalam merek maupun bentuk, warna, mutu dan ukuran.

C.  MODEL PERSAINGAN MONOPOLISTIK DARI CHAMBERLIN DIDASARI ATAS BEBERAPA ANGGAPAN DASAR:
1.    Di pasar banyak terdapat penjual dan juga pembeli
2.    Produk yang dihasilkan produsen ersifat dibedakan (diusahakan punya ciri-ciri yang berbeda antara produk yang satu dengan produk yang lain), tetapi diantara mereka mempunyai kemampuan untuk saling mengganti secara cukup esar.
3.    Di pasar ada kebebasan bagi perusahaan untuk masuk / keluar dari pasar
4.    Produsen selalu berusaha untuk memaksimalkan keuntungan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
5.    Harga-harga faktor produksi dan tingkat teknologi tertentu.
6.    Perilaku produsen dianggap tertentu setelah ia mengetahui bentuk permintaan dan ongkos produksi dari usahanya.
7.    Keputusan optimal yang diambil dalam satu periode tertentu adalah keputusan optimal juga bagi periode yang lain.
8.    Kurva permintaan dan kurve ongkos produksi dianggap sama untuk semua produsen yang ada dikelompok itu.
                               
D.   CIRI-CIRI PERSAINGAN MONOPOLISTIK
1.      Terdapat Banyak Penjual.
      Terdapat cukup banyak penjual didalam pasar persaingan monopolistis, namun demikian ia tidaklah sebanyak seperti dalam pasar persaingan sempurna. Perusahaan dalam pasaran monopolistis mempunyai ukuran yang relatif sama besarnya. Keadaan ini menyebabkan produksi sesuatu perusahaan adalah sedikit kalau dibandingkan dengan keseluruhan produksi dalam keseluruhan pasar.

2.      Barangnya Bersifat Berbeda Corak.
      Ciri ini merupkan sifat yang penting didalam membedakan diantara pasar persaingan monopolistis dan persaingan sempurna. Produksi dalam pasar persaingan monopolistis berbeda coraknya (differentiated product) dan secara fisik mudah dibedakan diantara produksi sesuatu firma dengan produksi firma lainnya. Disamping perbedaan dalam bentuk fisik barang tersebut terdapat pula perbedaan-perbedaan dalam pembungkusnya,perbedaan dalam bentuk jasa perusahaan setlah penjualan (after-sale service) dan perbedaan dalam cara membayar barang yang dibeli. Perbedaan dalam sifat barangyang dihasilkan ini menjadi sumber dari adanya kekuasaan monopli, walaupun kecil, yang dimiliki oleh firma dalam pasar persaingan monopolistis.

3.      Firma Mempunyai Sedikit Kekuasaan Mempengaruhi Harga.
      Kekuasaan mempengaruhi harga oleh firma monopolistis bersumber dari sifat barang yang dihasilkannya, yaitu yang bersifat berbeda corak atau differentiated product. Perbedaan ini menyebabkan para pembeli bersifat memilih, yaitu lebih menyukai barang sesuatu firma dan kurang menyukai barang yang dihasilkan firma lainnya. Maka apabila sesuatu firma menaikkan harga barangnya, ia masih dapat menarik pembeli walaupun jumlah pembelinya tidak sebanyak seperti sebelum kenaikan harga.


4.      Kemasukan ke dalam industri relatif mudah
      Firma yang akan masuk dan menjalankan usaha didalam pasar persaingan monopolistis tidak akan banyak mengalami kesukaran.  Hambatan yang dihadapi tidaklah seberat seperti didalam oligopoli dan monopoli. Tetapi kemasukan tidaklah semudah seperti dalam pasar persaingan sempurna. Yang pertama ialah karena modal yang diperlukan adalah relatif besar kalau dibandingkan dengan mendirikan firma dalam pasar persaingan sempurna. Yang kedua ialah karena perusahaan itu harus menghasilkan barang yang berbeda coraknya dengan yang sudah tersedia dipasar, dan memprmosikan barang tersebut untuk memperoleh langganan. Maka firma baru pada dasarnya harus berusaha memproduksikan barang yang lebih menarik dari yang sudah ada di pasar, dan harus dapat meyakinkan konsumen akan kebaikan mutu barang tersebut.

5.      Persaingan dalam Promosi  Penjualan Sangat Aktif.
      Harga bukanlah penentu utama dari besarnya pasar dari firma-firma dalam pasar persaingan monopolistik. Sesuatu perusahaan mungkin menjual barangnya dengan harga yang relatif tinggi, tetapi masih dapat menarik banyak langganan. Sebaliknya suatu firma lain mungkin harganya rendah, tetapi tidak banyak menarik langganan. Keadaan seperti ini adalah disebabkan oleh sifat barang yang mereka hasilkan yaitu barang yang bersifat berbeda corak. Ini menimbulkan daya tarik yangasa para pembe berbeda kepada para pembeli. Maka untuk mempengaruhi cita rasa para pembeli, para penusaha melakukan persaingn bukan harga (nonprice competition). Persaingan yang demikian itu antara lain adalah didalam memperbaiki mutu dan desain barang, melakukan kegiatan iklan yang terus menerus, memberikan syarat penjualan yang menarik.

E.  JENIS PERMINTAAN  DALAM PERSAINGAN MONOPOLISTIK
Dalam pasar persaingan monopolistic terdapat 2 macam permintaan, yaitu permintaan yang dihadapi produsen, atau disebut permintaan konvensional (Dk), dan permintaan yang dihadapi industry, atau disebut permintaan proporsional (Dp). Kurva kedua permintaan tersebut berlereng negative, sebagai akibat adanya kemampuan produsen dalam mempengaruhi harga. Namun demikian kurva kedua perminaan tersebut mempunyai kemiringan yang berbeda. Kurva permintaan konvensional lebih datar daripada kurva permintaan proporsional. Hal ni menunjukkan bahwa kurva permintaan konvensional lebih elastic daripada kurva permintaan proporsional.
            Kurva permintaan konvensional merupakan permintaan yang diharapkan oleh produsen apabila ia menurunkan harganya dengan anggapan tidak ada produsen lain yang ikut menurunkan harga atau tidak ada produsen lain yang memasuki pasar, sedangkan kurva permintaan proporsional merupakan penjualan actual yang dapat dicapai sebagai akibat dari penurunan harga.      





              F.   KESEIMBANGAN DALAM PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK
Kurva permintaaan yang dihadapi oleh firma dalam persaingan monopolistik adalah lebih elastis dari yang dihadapi monopoli tetapi elastisitasnya tidak sampai mencapai elastis sempurna(kurva permintaan adalah sejajar sumbu datar), yaitu kurva permintaan yang dihadapi suatu firma dalam persaingan sempurna. Maka pada hakekatnya kurva permintaan keatas barang produksi firma dalam persaingan monopolistik adalah bersifat menurun secara sedikit demi sedikit (lebih mendatar dan bukan turun dengan curam).
Kurva permintaan yang bersifat seperti ini berarti:
1.    Apabila firma menaikkan harga maka jumlah barang yang dijualnya menjadi sangat berkurang.
2.    Apabila fima menurunkan harga maka jumlah barang yang dijualnya menjadi sangat bertambah.
Oleh karena kurva permintaan dalam persaingan monopolistik tidak bersifat elastis sempurna, kurva hasil penjualan marginal (MR) tidak berimpit dengan kurva permintaan. Dalam persaingan monopolistik kurva MR adalah sama dengan seperti yang terdapat dalam monopoli, yaitu kurva tesebut terletak dibawah kurva permintaan.


1.      KESEIMBANGAN JANGKA PENDEK
Oleh karena kurva permintaan adalah menurun sedikit demi sedikit, dan sebagai akibatnya kurva MR tidak berimpit dengan kurva permintaan, keseimbangan yang dicapai suatu firma dalam pasar persaingan monopolistis. Dalam persaingan  monopolistis, permintaan yang dihadapi firma adalah sebagian dari keseluruhan permintaan pasar.

Gambar F.1.1(Kurva Keseimbangan Jangka Pendek)


2.      KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG
Dalam persaingan monopolistik tidak terdapat hambatan kepada firma-firma baru. Maka keuntungan yang melebihi normal akan menyebabkan pertambahan dalam jumlah firma di pasar. Sebagai akibatnya setiap firma akan menghadapi permintaan yang semakin sedikit pada berbagai tingkat harga. Ini berarti kemasukan firma baru akan menggeser kurva permintaan DD (dan tentunya juga kurva hasil penjualan marginal MR) kesebelah kiri. Kemasukan firma baru dan penggeseran kurva DD dan MR ke kiri, akan terus berlangsung sehingga firma hanya memperoleh keuntungan normal saja. Dengan demikian, seperti halnya dengan firma dalam pasar persaingan sempurna, dalam persaingan monopolistik setiap firma hanya mendapat keuntungan normal didalam jangka panjang.
Corak kegiatan firma dalam persaingan monopolistik ketika  mendapat keuntungan normal adalah berbeda dengan corak kegiatan firma dalam persaingan sempurna yang juga memperoleh untung yang normal. Perbedaan itu adalah 1. Harga dan ongkos produksi dipasar persaingan monopolistik lebih tinggi. 2. Kegitan memproduksi di pasar persaingan monopolistis belum mencapai tingkat yang optimal (mencapai tingkat dimana ongkos produksi perunit adalah paling rendah).



G.  PENILAIAN  KEATAS  PERSAINGAN MONOPOLISTIK
Didalam bagian ini analisis yang dibuat hanya meliputi penilaian keatas akibat-akibat persaingan monopolistik kepada pengunaan sumber-sumber daya, dorongan untuk mengembangkan tekhnologi dan melakukan inovasi, dan corak distribusi pendapatan. Salah satu kegiatan peting yang dilakukan oleh firma monopolistis adalah melakukan promosi penjualan secara iklan. Kebaikan dan keburukan dari kegiatan ini akan dinilai dalam bagian berikut.

1.      Efisiensi Dalam Menggunakan Sumber Daya
Untuk menilai sampai dimana efisiensi pasar persaingan monopolistik didalam mengalokasikan sumber-sumber daya, akan dibuat suatu perbandingan dengan efisiensi firma dlam pasar persaingan sempurna. Walaupun perusahaanpersaingan sempurna dan perusahaan monopolistik sama-sama mendapat keuntungan normal, tetapi dalam nirma monopolistik ongkos produksi perunit lebih tinggi, harga barang lebih tinggi, dan jumlah produksi lebih rendah (sehingga menyebabkan kapasitas memproduksi yang digunakan adalah dibawh tingkat yang optimal).


2.      Efisiensi dan Diferensiasi Produk
Barang yang diproduksikan secara efisien sehngga dapat dijual dengan harga murah maupun harga yang lebih mahal sedikit tetapi masyarakat dapat menentukan barang yang akan dikonsumsinya dari pilihan jenis barang yang lebih banyak, semua itu tergatung pada value judgement masyarakat tersebut. Sekiranya mereka lebih menyukai harga yang murah, maka kekurangan pilihan tidak dipandang sebagai suatu yang merugikan. Sebaliknya, apabila masyarakat menginginkan pilihan barang yang lebih banyak, sehingga dapat dibuat pilihan yang lebih tepat, harga yang lebih tinggi tidaklah terlalu merisaukan mereka.

3.      Perkembangan Tekhnologi dan Inovasi
      Pada umumnya ahli ekonomi berpendapat bahwa bentuk pasar tersebut memberikan doronga yang sangat terbatas untuk melakukan perkembangan teknologi. Keuntungan yang melebihi normal didalam jangka pendek dapat mendorong kepada kegiatan mengembangkan teknologi tetapi dorongan tersebut adalah sangat lemah karena firma-firma menyadari bahwa keuntungan yang diperoleh dari mengembangkan teknologi dan melakukan inovasi tidak dapat bertahan dalam waktu yang lama. Keuntungan melebihi normal yang diperoleh akan mendorong firma-firma lain untuk masuk ke industri tersebut, dan ini terus berlangsung sehingga keuntungan melebihi normal tidak ada lagi. Maka dalam waktu yang singkat keuntungan yang diperoleh dari perkembangan teknologi dan melakukan inovasi tidak dapat lagi dinikmati.

4.      Distribusi Pendapatan
      Persaingan monopolistik mengakibatkan corak distribusi pendaptan yang sama sifatnya seperti yang biasanya terdapat dalam persaingan sempurna, yaitu distribusi pendapatan adalah seimbang. Karena tidak terdapat keuntungan yang berlebih-lebihan dalam jangka panjang, maka pengusaha dan pemilik modal tidak memperoleh pendapatan yang berlebih-lebihan. Disamping itu dalam pasar terdapat banyak firama, dan ini berarti keuntungan normal yang diperoleh akan dibagikan kepada jumlah pemilik modal dan pengusaha yang banyak jumlahnya. Berdasarkan kecenderungan ini ahli-ahli ekonomi berpendapat bahwa pasar monopolistik menimbulkan corak distribusi pendapatan yang lebih merata.



H.  PERSAINGAN BUKAN-HARGA
             Persaingan bukan harga pada hakekatnya mengandung arti usaha-usaha diluar perubahan harga yang dilakukan oleh firma untuk menarik lebih banyak pembeli ke atas barang yang diproduksikannya. Persaingan bukan-harga bertujuan untuk menggeser kurva permintaan ke kanan, pergeseran itu berarti pada setiap tingkat harga, jumlah barang yang diminta menjadi bertambah banyak. Persaingan bukan-harga dapat dibedakan menjadi dua jenis : (i) Diferensiasi produksi, yaitu menciptakan barang yang sejenis tetapi berbeda berbeda coraknya dengan produksi firma-firma lainnya, (ii)iklan dan berbagai bentuk promosi penjualan.
            Di dalam persaingan monopolistis dan oligopoli, persaingan bukan-harga sangat aktif dilakukan. Untuk monopoli alasannya yaitu : karena firma monopoli tidak memiliki saingan. Dalam persaingan sempurna, persaingan bukan-harga tidak di lakukan karena barang yang diproduksi firma-firma adalah serupa atau identical.Sehingga para pembeli tidak dapat mengetahui manakah barang yang dihasilkan oleh firma yang menjalankan persaingan bukan-harga.
1.      Diferensiasi Produk
      Setiap firma dalam persaingan monopolistis akan berusaha untuk memproduksikan barang yang mempunyai sifat yang khusus, dan yang dapat dibedakan dengan jelas dari produksi firma-firma lainnya. Maka di dalam pasar akan terdapat berbagai barang yang dihasilkan suatu industri yang mempunyai corak, mutu, desain, mode dan merk yang berbeda-beda. Terapatnya berbagai variasi  dari suatu jenis barang adalah sifat istimewa dari pasar persaingan monopolistis yang tidak terdapat dalam pasar persaingan sempurna.
      Kepada setiap firma barang yang berbeda-beda sifatnya tersebut akan menjadi daya penarik khusus ke atas barang yang di produksikannya.Segolongan konsumen tertentu akan lebih suka membeli barangnya (walaupun harganya lebih mahal) dibandingkan dengan barang-barang yang sejenis yang dihasilkan produsen-produsen lainnya. Dengan demikian diferasiasi produksi dapat menciptakan suatu bentuk kekuasaan monopoli


2.      Promosi Penjualan Melalui Iklan
       Didalam  perusahaan-perusahaan modern kegiatan mempersiapkan dan membuat iklan adalah suatu bagian penting dari usaha untuk memasarkan hasil produksinya. Tujuan perusahaan-perusahaan melakukan kegiatan pengiklanan adalah sebagai berikut :
a.     Untuk memberikan penerangan kepada konsumen-konsumen mengenai barang yang diproduksikannya.
b.    Untuk menekankan bahwa barang yang dihasilkannya adalah merupakan barang yang sangat baik.
c.     Untuk memelihara hubungan baik dengan para konsumen.
Dari ketiga jenis iklan ini yang biasa di gunakan dalam pasar pesaingan monopolistik adalah  jenis iklan pertama dan kedua. Iklan pertama digunakan pada waktu firma memperkenalkan hasil-hasil produksinya yang baru. Sedangkan iklan jenis kedua digunakan untuk mempertahankan kedudukannya di pasar.

I.     KEBAIKAN DAN KEBURUKAN PENGIKLANAN
            Iklan menurut pandangan segolongan orang merupakan suatu penghamburan karena biaya produksi bertambah tinggi sedangkan konsumen tidak menerima kenikmatan tambahan dari barang yang dipromosikan melalui kegiatan pengiklanan. Pengiklanan tidak menambah atau memperbaiki mutu suatu barang. Segolongan lain berpendapat bahwa Iklan memberikan sumbangan yang positif kepada masyarakat karena ia dapat menurunkan biaya produksi perunit. Disamping oleh perbedaan pendapat mengenai pengaruh iklan ke atas biaya produksi dan harga, perbedaan pendapat mengenai kegunaan iklan dikemukakan berdasarkan beberapa argumen lain. Beberapa argumen penting dalam perdebatan tersebut diterangkan dibawah ini.

1.      Iklan dan Biaya Produksi
Iklan dapat menaikkan atau menurunkan biaya produksi perunit tergantung pada peruahan permintaan yang terjadi sebagai akibat kegiatan pengiklanan yang dilancarkan. Apabila permintaan menjadi sangat bertambah elastis, besar kemungkinan biaya produksi perunit akan menjadi lebih rendah. Tetapi kemungkinan ini tidak banyak berlaku, dan ini berarti bahwa pada umumnya iklan akan menimbulkan kenaikan biaya produksi.


2.      Pandangan Lain yang Menyongkong Pengiklanan
Disamping karena biaya produksi yang mungkin akan menjadi lebih rendah, golongan yang menekankan tentang kebaikan iklan mengemukakan kebaikan-kebaikan berikut:
a.     Pengiklanan membantu konsumen untuk membuat keputusan yang lebih baik didalam menentukan jenis-jenis barang yang akan dibelinya.
b.    Iklan akan menggalakkan kegiatan memperbaiki mutu suatu barang.
c.     Iklan membantu membiayai perusahaan komunikasi masa seperti radio, televisi, surat kabar, dan majalah.
d.    Iklan menaikkan kesempatan kerja.

3.      Pandangan Yang Mengkritik Pengiklanan
Selain mendapat sokongan karena menimbulkan beberapa keuntungan bagi perusahaan dan masyarakat, iklan juga menjadi bahan kritik karena memiliki beberapa sifat-sifat negatif. Uraian berikut memberikan gambaran tentang beberapa kritik terhadap pengiklanan:
a.     Promosi secara iklan adalah suatu penghamburan
b.    Iklan tidak selalu memberi informasi yang betul
c.     Iklan bukanlah suatu cara yang efektik untuk menambah jumlah pekerjaan dalam perekonomian.
d.    Iklan dapat menjadi penghambat kepada perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan:
1.    Pasar persaingan monopolistik mempunyai banyak persamaan dengan pasaar persaingan sempurna, tetapi juga mempunyai cukup banyak perbedaan yang menyebabkan perusahaan di pasar tersebut mempunyai unsur kekuasaan monopoli. Hal itulah yang menyebabkan pasaran seperti itu disebut pasar persaingan monopolistik.
2.    Ciri-ciri utama pasar persaingan monopolistic adalah: terdapat banyak penjual,barangnya bersifat berbeda corak,dapat mempengaruhi harga, kemasukan relative muda dan banyak melakukan persaingan “bukan-harga” .
3.    Dalam jangka pendendek suatu firma dalam persaingan monopolistic dapat memperoleh untung lebih normal, untung normal atau mengalami kerugian. Dalam jangka panjang keuntungan akan menggalakkan kemasukan perusahaan baru dan kerugian akan mendorong firma keluar dari pasaran. Oleh sebab itu, dalam jangka panjang semua firma dalam pasar persaingan monopolistic hanya memeperoleh untung normal.
4.    Dua kebaikan penting dari perusahaan dalam pasaran monopolistic adalah:
a.       Menghasilkan barang yang berbeda corak.ciri ini meningkatkan kesejahteraan konsumen karena mereka dapat memilih corak barang yang sesuai dengan selera dan kemampuanya.
b.      Distribusi pendapatan dalam masyarakat lebih merata. Oleh karena perusahaan terdiri dari perusahaan-perusahaan kecil yang memperoleh untung normal. Pemilik modal tak memiliki kekayaan yang berlebihan dan kesempatan kerja yang diciptakan lebih besar.
5.    Dua kelemahan utama dari pasar persaingan monopolistic adalah:
a.       Operasinya tidak seefisien pasar sempurna karena harga lebih tinggi dan kuntitas produk lebih rendah, dan pada keseimbangan tidak tercapai efisiensi produktif dan efisiensi alokatif.
b.      Perusahaan tidak mempunyai galakan untuk melakukan inovasi. Modal yang lebih terbatas, pasar yang terbatas dan kecenderungan untuk memperoleh keuntungan normal dalam jangka panjang menghalang firma untuk menciptakan inovasi.
6.    Persaingan bukan-harga yaitu menarik lebih banyak pelanggan bukan dengan cara menurunkan harga tetapi dengan cara promosi yang lain, sangat penting peranannya dalam pasar persaingan monopolistic. Bentuk utama persaingan bukan harga adalah pengiklanan, pembedaan penampilan barang dan “after salles service” atau jasa sesudah penjualan.
7.    Pengiklanan memberikan beberapa sumbangan penting kepada masyarakat, yaitu: dapat menurunkan biaya produksi, mebantu konsumen memilih barang yang sesuai, menggalakkan perkembangan mutu, mengembangkan industri komunikasi dan menambah kesempatan kerja.
8.    Keburukan pengiklanan yang selalu ditonjolkan adalah: merupakan penghamburan pembelanjaan, sering tidak member informasi yang betul, menghambat kemasukan perusahaan lain, dan kesempatan kerj tambahan yang diciptakan tidak berlaku kasar.
Daftar Pustaka

Sukirno, Sadono.2000.Pengantar Teori Mikroekonomi.Jakarta:PT Raja Grafindo Persada
Sukirno, Sadono.2012.Mikro Ekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Sarnowo, Henry & Danang Sunyoto. 2011. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Jakarta:CAPS
Partadiredja, Ace.1985. Pengantar Ekonomika. Yogyakarta : BPFE
Sudarman, Ari. 1992. Teori Ekonomi Mikro. Yogyakarta : BPFE


Sabtu, 19 Maret 2016

Macam-Macam sholat sunnah

Macam shalat sunah adalah :  
1.  Shalat Wudhu, Yaitu shalat sunnah dua rakaat yang bisa dikerjakan setiap selesai wudhu, niatnya :Ushalli sunnatal wudlu-I rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ artinya : ‘aku niat shalat sunnah wudhu dua rakaat karena Allah’

 2.  Shalat Tahiyatul Masjid, yaitu shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika memasuki masjid, sebelum duduk untuk menghormati masjid. Rasulullah bersabda
‘Apabila seseorang diantara kamu masuk masjid, maka janganlah hendak duduk sebelum shalat dua rakaat lebih dahulu’ (H.R. Bukhari dan Muslim). Niatnya :

‘Ushalli sunnatal Tahiyatul Masjidi  rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah’

  3.   Shalat Dhuha. Adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika matahari baru naik. Jumlah rakaatnya minimal 2 maksimal 12. Dari Anas berkata Rasulullah ‘Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga’ (H.R. Tarmiji dan Abu Majah). Niatnya :

‘Ushalli sunnatal Dhuha rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah’

 4.   Shalat Rawatib. Adalah shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu. Niatnya :

a.   Qabliyah, adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat wajib. Waktunya : 2 rakaat sebelum shalat subuh, 2 rakaat sebelum shalat Dzuhur, 2 atau 4 rakaat sebelum shalat Ashar, dan 2 rakaat sebelum shalat Isya’. Niatnya:

‘Ushalli sunnatadh Dzuhri*  rak’ataini Qibliyyatan lillahi Ta’aalaa’ Artinya: ‘aku niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakaat karena Allah’

       * bisa diganti dengan shalat wajib yang akan dikerjakan.

b.   Ba’diyyah, adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan setelah shalat fardhu. Waktunya : 2 atau 4 rakaat sesudah shalat Dzuhur, 2 rakaat sesudah shalat Magrib dan 2 rakaat sesudah shalat Isya. Niatnya :

‘Ushalli sunnatadh Dzuhri*  rak’ataini Ba’diyyatan lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah sesudah  dzuhur dua rakaat karena Allah’

       * bisa diganti dengan shalat wajib yang akan dikerjakan.

5.  Shalat Tahajud, adalah shalat sunnah pada waktu malam. Sebaiknya lewat tengah malam. Dan setelah tidur. Minimal 2 rakaat maksimal sebatas kemampuan kita. Keutamaan shalat ini, diterangkan dalam Al-Qur’an. ‘Dan pada sebagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji’(Q.S. Al Isra : 79 ). Niatnya :

‘Ushalli sunnatal tahajjudi  rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah tahajjud dua rakaat karena Allah’

6.  Shalat Istikharah, adalah shalat sunnah dua rakaat untuk meminta petunjuk yang baik, apabila kita menghadapi dua pilihan, atau ragu dalam mengambil keputusan. Sebaiknya dikerjakan pada 2/3 malam terakhir. Niatnya :

‘Ushalli sunnatal Istikharah  rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah Istikharah dua rakaat karena Allah’

   7.  Shalat Hajat, adala shalat sunnah dua rakaat untuk memohon agar hajat kita dikabulkan atau diperkenankan oleh Allah SWT. Minimal 2 rakaat maksimal 12 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat. Niatnya :

‘Ushalli sunnatal Haajati  rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah’

8. Shalat Mutlaq, adalah shalat sunnah tanpa sebab dan tidak ditentukan waktunya, juga tidak dibatasi jumlah rakaatnya. ‘Shalat itu suatu perkara yang baik, banyak atau sedikit’ (Al Hadis). Niatnya :

‘Ushalli sunnatal rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah’

9.   Shalat Taubat, adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah merasa berbuat dosa kepada Allah SWT, agar mendapat ampunan-Nya. Niatnya:

‘Ushalli sunnatal Taubati  rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah taubat  dua rakaat karena Allah’

10. Shalat Tasbih, adalah shalat sunnah yang dianjurkan dikerjakan setiap malam, jika tidak bisa seminggu sekali, atau paling tidak seumur hidup sekali. Shalat ini sebanyak empat rakaat, dengan ketentuan jika dikerjakan pada siang hari cukup dengan satu salam, Jika dikerjakan pada malam hari dengan dua salam. Cara mengerjakannya

      Niat :

 ‘Ushalli sunnatan tasbihi raka’ataini lilllahi ta’aalaa’ artinya ‘aku niat shalat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah’

a. Usai membaca surat Al Fatehah membaca tasbih 15 kali.

b. Saat ruku’, usai membaca do’a ruku membaca tasbih 10 kali

c. Saat ‘itidal, usai membaca do’a ‘itidal membaca tasbih 10 kali

d. Saat sujud, usai membaca doa sujud membaca tasbih 10 kali

e. Usai membaa do’a duduk diantara dua sujud membaca tasbi 10 kali.

f. Usai membaca doa sujud kedua membaca tasbih 10 kali.

Jumlah keseluruhan tasbih yang dibaca pada setiap rakaatnya sebanyak 75 kali. Lafadz bacaan tasbih yang dimaksud adalah sebagai berikut :

‘Subhanallah wal hamdu lillahi walaa ilaaha illallahu wallahu akbar’ artinya : ‘Maha suci Allah yang Maha Esa. Segala puji bagi Akkah, Dzat yang Maha Agung’.

11. Shalat Tarawih,  adalah shalat sunnah sesudah shalat Isya’pada bulan Ramadhan. Menegenai bilangan rakaatnya disebutkan dalam hadis. ‘Yang dikerjakan oleh Rasulullah saw, baik pada bulan ramadhan atau lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat’ (H.R. Bukhari). Dari Jabir ‘Sesungguhnya Nabi saw telah shallat bersama-sama mereka delapan rakaat, kemudian beliau shalat witir.’ (H.R. Ibnu Hiban)

Pada masa khalifah Umar bin Khathtab, shalat tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat dan hal ini tidak dibantah oleh para sahabat terkenal dan terkemuka. Kemudian pada zaman Umar bin Abdul Aziz bilangannya dijadikan 36 rakaat. Dengan demikian bilangan rakaatnya tidak ditetapkan secara pasti dalam syara’, jadi tergantung pada kemampuan kita masing-masing, asal tidak kurang dari 8 rakaat. Niat shalat tarawih :

‘Ushalli sunnatan Taraawiihi rak’ataini (Imamam/makmuman) lillahi ta’aallaa’ artinya : ‘Aku niat shalat sunat tarawih dua rakaat (imamam/makmum) karena Allah’

12. Shalat Witir, adalah shalat sunnat mu’akad (dianjurkan) yang biasanya dirangkaikan dengan shalat tarawih, Bilangan shalat witir 1, 3, 5, 7 sampai 11 rakaat. Dari Abu Aiyub, berkata Rasulullah ‘Witir itu hak, maka siapa yang suka mengerjakan lima, kerjakanlah. Siapa yang suka mengerjakan tiga, kerjakanlah. Dan siapa yang suka satu maka kerjakanlah’(H.R. Abu Daud dan Nasai). Dari Aisyah : ‘Adalah nabi saw. Shalat sebelas rakaat diantara shalat isya’ dan terbit fajar. Beliau memberi salam setiap dua rakaatdan yang penghabisan satu rakaat’ (H.R. Bukhari dan Muslim)

‘Ushalli sunnatal witri rak’atan lillahi ta’aalaa’artinya : ‘Aku niat shalat sunnat witir dua rakaat karena Allah’

13. Shalat Hari Raya, adalah shalat Idul Fitri pada 1 Syawal dan Idul Adha pada 10 Dzulhijah. Hukumnya sunat Mu’akad (dianjurkan).’Sesungguhnya kami telah memberi engkau (yaa Muhammad) akan kebajikan yang banyak, sebab itu shalatlah engkau dan berqurbanlah karena Tuhanmu ‘ pada Idul Adha – ‘(Q.S. Al Kautsar.1-2)Dari Ibnu Umar ‘Rasulullah, Abu Bakar, Umar pernah melakukan shalat pada dua hari raya sebelum berkhutbah.’(H.R. Jama’ah). Niat Shalat Idul Fitri :

‘Ushalli sunnatal li’iidil fitri rak’ataini (imamam/makmumam) lillahita’aalaa’ artinya : ‘Aku niat shalat idul fitri dua rakaat (imam/makmum) karena Allah’

Niat Shalat Idul Adha :

‘Ushalli sunnatal li’iidil Adha rak’ataini (imamam/makmumam) lillahita’aalaa’ artinya : ‘Aku niat shalat idul adha dua rakaat (imam/makmum) karena Allah

Waktu shalat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari. Syarat, rukun dan sunnatnya sama seperti shalat yang lainnya. Hanya ditambah beberapa sunnat sebagai berikut:

a.  Berjamaah

b.  Takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali pada rakat kedua

c.  Mengangkat tangan setinggi bahu pada setiap takbir.

d.  Setelah takbir yang kedua sampai takbir yang terakhir membaca tasbih.

e.  Membaca surat Qaf dirakaat pertama dan surat Al Qomar di rakaat kedua.

Atau surat A’la dirakat pertama dan surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.

f.   Imam menyaringkan bacaannya.

g.  Khutbah dua kali setelah shalat sebagaimana khutbah jum’at

h.  Pada khutbah Idul Fitri memaparkan tentang zakat fitrah dan pada Idul

Adha tentang hukum-hukum Qurban.

i.   Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.

j.   Makan terlebih dahulu pada shalat Idul Fitri pada Shalat Idul Adha

sebaliknya.

14. Shalat Khusuf, adalah shalat sunat sewaktu terjadi gerhana bulan atau matahari. Minimal dua rakaat. Caranya mengerjakannya :

a. Shalat dua rakaat dengan 4 kali ruku’ yaitu pada rakaat pertama, setelah ruku’ dan I’tidal membaca fatihah lagi kemudian ruku’ dan I’tidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat kedua.

b. Disunatkan membaca surat yang panjang, sedang membacanya pada waktu gerhana bulan harus nyaring sedangkan pada gerhana matahari sebaliknya.

Niat shalat gerhana bulan :

‘Ushalli sunnatal khusuufi rak’ataini  lillahita’aalaa’ artinya : ‘Aku niat shalat gerhana bulan  dua rakaat  karena Allah’

15. Shalat Istiqa’,adalah shalat sunat yang dikerjakan untuk memohon hujan kepada Allah SWT. Niatnya ‘

‘Ushalli sunnatal Istisqaa-I  rak’ataini (imamam/makmumam) lillahita’aalaa’ artinya : ‘Aku niat shalat istisqaa dua rakaat (imam/makmum) karena Allah’

Syarat-syarat mengerjakana Shalat Istisqa :

a.  Tiga hari sebelumnya agar ulama memerintahkan umatnya bertaobat dengan berpusa dan meninggalkan segala kedzaliman serta menganjurkan beramal shaleh. Sebab menumpuknya dosa itu mengakibatkan hilangnya rejeki dan datangnya murka Allah. ‘Apabila kami hendak membinasakan suatu negeri, maka lebih dulu kami perbanyak orang-orang yang fasik, sebab kefasikannyalah mereka disiksa, lalu kami robohkan (hancurkan) negeri mereka sehancur-hancurnya’(Q.S. Al Isra’ : 16).

b.  Pada hari keempat semua penduduk termasuk yang lemah dianjurkan pergi kelapangan dengan pakaian sederana dan tanpa wangi-wangian untuk shalat Istisqa’

c.  Usai shalat diadakan khutbah dua kali. Pada khutbah pertama hendaknya membaca istigfar 9 X dan pada khutbah kedua 7 X.

Pelaksanaan khutbah istisqa berbeda dengan khutbah lainnya, yaitu :

a.  Khatib disunatkan memakai selendang.

b.  Isi khutbah menganjurkan banyak beristigfar, dan berkeyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkan permintaan mereka.

c.  Saat berdo’a hendaknya mengangkat tangan setinggi-tingginya.

Saat berdo’a pada khutbah kedua, khatib hendaknya menghadap kiblat membelakangi makmumnya