KATA PENGANTAR
Pasar
persaingan monopolistik pada dasarnya adalah pasar yang berada diantara dua
jenis pasar yang ekstrem, yaitu persaingan sempurna dari monopoli. Pasar
persaingan monopolistis dapat didefinisikan sebagai suatu pasar dimana terdapat
banyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda corak (differentiated
product). Kurva permintaaan yang dihadapi oleh firma dalam persaingan
monopolistik adalah lebih elastis dari yang dihadapi monopoli tetapi
elastisitasnya tidak sampai mencapai elastis sempurna(kurva permintaan adalah
sejajar sumbu datar), yaitu kurva permintaan yang dihadapi suatu firma dalam
persaingan sempurna. Maka pada hakekatnya kurva permintaan keatas barang
produksi firma dalam persaingan monopolistik adalah bersifat menurun secara
sedikit demi sedikit (lebih mendatar dan bukan turun dengan curam). Oleh
karena kurva permintaan dalam persaingan monopolistik tidak bersifat elastis
sempurna, kurva hasil penjualan marginal (MR) tidak berimpit dengan kurva
permintaan. Dalam persaingan monopolistik kurva MR adalah sama dengan seperti
yang terdapat dalam monopoli, yaitu kurva tesebut terletak dibawah kurva
permintaan.
Maka dari itu, kami selaku penulisan makalah ini mengharapkan setelah membaca materi tentang persaingan
monopolistik, teman-teman dapat
memahami materi yang kami bawakan. Serta
dapat membantu teman-teman untuk
mengetahui lebih dalam mengenai persaingan monopolistik. Semoga dengan
dibuatnya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya.
Dan tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Allah.SWT yang telah
memberikan nikmat panjang umur sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah
ini. Dan tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada orang tua (Ayah/Ibu)
kami yang telah memberikan dukungan kepada penyusun.
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang:
Pasar persaingan monopolistik pada
dasarnya adalah pasar yang berada diantara dua jenis pasar yang ekstrem, yaitu
persaingan sempurna dari monopoli. Pasar persaingan monopolistis dapat
didefinisikan sebagai suatu pasar dimana terdapat banyak produsen yang
menghasilkan barang yang berbeda corak (differentiated product). Kurva
permintaaan yang dihadapi oleh firma dalam persaingan monopolistik adalah lebih
elastis dari yang dihadapi monopoli tetapi elastisitasnya tidak sampai mencapai
elastis sempurna(kurva permintaan adalah sejajar sumbu datar), yaitu kurva
permintaan yang dihadapi suatu firma dalam persaingan sempurna. Maka pada
hakekatnya kurva permintaan keatas barang produksi firma dalam persaingan
monopolistik adalah bersifat menurun secara sedikit demi sedikit (lebih
mendatar dan bukan turun dengan curam). Oleh karena kurva permintaan dalam
persaingan monopolistik tidak bersifat elastis sempurna, kurva hasil penjualan
marginal (MR) tidak berimpit dengan kurva permintaan. Dalam persaingan
monopolistik kurva MR adalah sama dengan seperti yang terdapat dalam monopoli,
yaitu kurva tesebut terletak dibawah kurva permintaan.
Tujuan dari materi:
Tujuan penulisan makalah ini adalah diharapkan setelah
membaca materi tentang struktur: persaingan monopolistik, kita dapat
memahami materi tersebut. Serta dapat membantu teman-teman untuk mengetahui lebih dalam mengenai persaingan
monopolistik. Semoga dengan dibuatnya makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembacanya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PERSAINGAN MNOPOLISTIK
Pasar persaingan monopolistis dapat
didefinisikan sebagai suatu pasar dimana terdapat banyak produsen yang
menghasilkan barang yang berbeda corak (differentiated product). Pasar
persaingan monopolistik pada dasarnya adalah pasar yang berada diantara dua
jenis pasar yang ekstrem, yaitu persaingan sempurna dari monopoli. Oleh seab
itu sifat-sifatnya mengandung unsur sifat-sifat pasar monopoli, dan unsur-unsur
sifat pasar persaingan sempurna.
B. SIFAT-SIFAT PERSAINGAN MONOPOLISTIK
1. Jumlah
pemeli dan penjual agak banyak, tapi tidak sebanyak dalam persaingan sempurna,
sehingga masing-masing perusahaan masih mempunyai pengaruh atas harga meskipun
tidak besar.
2. Barang-barang
yang diperjualbelikan tidak homogen, bahkan sengaja dibeda-bedakan, baik dalam
merek maupun bentuk, warna, mutu dan ukuran.
C.
MODEL
PERSAINGAN MONOPOLISTIK DARI CHAMBERLIN DIDASARI ATAS BEBERAPA ANGGAPAN DASAR:
1. Di pasar
banyak terdapat penjual dan juga pembeli
2. Produk yang
dihasilkan produsen ersifat dibedakan (diusahakan punya ciri-ciri yang berbeda
antara produk yang satu dengan produk yang lain), tetapi diantara mereka
mempunyai kemampuan untuk saling mengganti secara cukup esar.
3. Di pasar ada
kebebasan bagi perusahaan untuk masuk / keluar dari pasar
4. Produsen
selalu berusaha untuk memaksimalkan keuntungan, baik dalam jangka pendek maupun
jangka panjang.
5. Harga-harga
faktor produksi dan tingkat teknologi tertentu.
6. Perilaku
produsen dianggap tertentu setelah ia mengetahui bentuk permintaan dan ongkos
produksi dari usahanya.
7. Keputusan
optimal yang diambil dalam satu periode tertentu adalah keputusan optimal juga
bagi periode yang lain.
8. Kurva permintaan
dan kurve ongkos produksi dianggap sama untuk semua produsen yang ada
dikelompok itu.
D. CIRI-CIRI
PERSAINGAN MONOPOLISTIK
1.
Terdapat
Banyak Penjual.
Terdapat
cukup banyak penjual didalam pasar persaingan monopolistis, namun demikian ia
tidaklah sebanyak seperti dalam pasar persaingan sempurna. Perusahaan dalam
pasaran monopolistis mempunyai ukuran yang relatif sama besarnya. Keadaan ini
menyebabkan produksi sesuatu perusahaan adalah sedikit kalau
dibandingkan dengan keseluruhan produksi dalam keseluruhan pasar.
2.
Barangnya
Bersifat Berbeda Corak.
Ciri ini
merupkan sifat yang penting didalam membedakan diantara pasar persaingan
monopolistis dan persaingan sempurna. Produksi dalam pasar persaingan monopolistis
berbeda coraknya (differentiated product) dan secara fisik mudah
dibedakan diantara produksi sesuatu firma dengan produksi firma lainnya.
Disamping perbedaan dalam bentuk fisik barang tersebut terdapat pula
perbedaan-perbedaan dalam pembungkusnya,perbedaan dalam bentuk jasa perusahaan
setlah penjualan (after-sale service) dan perbedaan dalam cara
membayar barang yang dibeli. Perbedaan dalam sifat barangyang dihasilkan
ini menjadi sumber dari adanya kekuasaan monopli, walaupun kecil, yang
dimiliki oleh firma dalam pasar persaingan monopolistis.
3.
Firma
Mempunyai Sedikit Kekuasaan Mempengaruhi Harga.
Kekuasaan
mempengaruhi harga oleh firma monopolistis bersumber dari sifat barang yang
dihasilkannya, yaitu yang bersifat berbeda corak atau differentiated
product. Perbedaan ini menyebabkan para pembeli bersifat memilih, yaitu
lebih menyukai barang sesuatu firma dan kurang menyukai barang yang dihasilkan
firma lainnya. Maka apabila sesuatu firma menaikkan harga barangnya, ia masih
dapat menarik pembeli walaupun jumlah pembelinya tidak sebanyak seperti sebelum
kenaikan harga.
4.
Kemasukan ke
dalam industri relatif mudah
Firma yang akan
masuk dan menjalankan usaha didalam pasar persaingan monopolistis tidak akan
banyak mengalami kesukaran. Hambatan yang dihadapi tidaklah seberat
seperti didalam oligopoli dan monopoli. Tetapi kemasukan tidaklah semudah
seperti dalam pasar persaingan sempurna. Yang pertama ialah karena modal yang
diperlukan adalah relatif besar kalau dibandingkan dengan mendirikan firma
dalam pasar persaingan sempurna. Yang kedua ialah karena perusahaan itu harus
menghasilkan barang yang berbeda coraknya dengan yang sudah tersedia dipasar,
dan memprmosikan barang tersebut untuk memperoleh langganan. Maka firma baru
pada dasarnya harus berusaha memproduksikan barang yang lebih menarik dari yang
sudah ada di pasar, dan harus dapat meyakinkan konsumen akan kebaikan mutu
barang tersebut.
5.
Persaingan dalam
Promosi Penjualan Sangat Aktif.
Harga bukanlah
penentu utama dari besarnya pasar dari firma-firma dalam pasar persaingan
monopolistik. Sesuatu perusahaan mungkin menjual barangnya dengan harga yang
relatif tinggi, tetapi masih dapat menarik banyak langganan. Sebaliknya suatu
firma lain mungkin harganya rendah, tetapi tidak banyak menarik langganan.
Keadaan seperti ini adalah disebabkan oleh sifat barang yang mereka hasilkan
yaitu barang yang bersifat berbeda corak. Ini menimbulkan daya tarik yangasa
para pembe berbeda kepada para pembeli. Maka untuk mempengaruhi cita rasa para
pembeli, para penusaha melakukan persaingn bukan harga (nonprice
competition). Persaingan yang demikian itu antara lain adalah didalam
memperbaiki mutu dan desain barang, melakukan kegiatan iklan yang terus
menerus, memberikan syarat penjualan yang menarik.
E. JENIS PERMINTAAN DALAM PERSAINGAN MONOPOLISTIK
Dalam pasar persaingan monopolistic
terdapat 2 macam permintaan, yaitu permintaan yang dihadapi produsen, atau
disebut permintaan konvensional (Dk), dan permintaan yang dihadapi industry,
atau disebut permintaan proporsional (Dp). Kurva kedua permintaan tersebut
berlereng negative, sebagai akibat adanya kemampuan produsen dalam mempengaruhi
harga. Namun demikian kurva kedua perminaan tersebut mempunyai kemiringan yang
berbeda. Kurva permintaan konvensional lebih datar daripada kurva permintaan
proporsional. Hal ni menunjukkan bahwa kurva permintaan konvensional lebih
elastic daripada kurva permintaan proporsional.
Kurva
permintaan konvensional merupakan permintaan yang diharapkan oleh produsen
apabila ia menurunkan harganya dengan anggapan tidak ada produsen lain yang
ikut menurunkan harga atau tidak ada produsen lain yang memasuki pasar,
sedangkan kurva permintaan proporsional merupakan penjualan actual yang dapat
dicapai sebagai akibat dari penurunan
harga.
F. KESEIMBANGAN DALAM PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK
Kurva permintaaan yang dihadapi oleh
firma dalam persaingan monopolistik adalah lebih elastis dari yang dihadapi
monopoli tetapi elastisitasnya tidak sampai mencapai elastis sempurna(kurva
permintaan adalah sejajar sumbu datar), yaitu kurva permintaan yang dihadapi
suatu firma dalam persaingan sempurna. Maka pada hakekatnya kurva permintaan
keatas barang produksi firma dalam persaingan monopolistik adalah bersifat
menurun secara sedikit demi sedikit (lebih mendatar dan bukan turun dengan
curam).
Kurva permintaan yang bersifat seperti ini berarti:
1. Apabila
firma menaikkan harga maka jumlah barang yang dijualnya menjadi sangat
berkurang.
2. Apabila fima
menurunkan harga maka jumlah barang yang dijualnya menjadi sangat bertambah.
Oleh karena kurva permintaan dalam
persaingan monopolistik tidak bersifat elastis sempurna, kurva hasil penjualan
marginal (MR) tidak berimpit dengan kurva permintaan. Dalam persaingan
monopolistik kurva MR adalah sama dengan seperti yang terdapat dalam monopoli,
yaitu kurva tesebut terletak dibawah kurva permintaan.
1. KESEIMBANGAN JANGKA PENDEK
Oleh karena kurva permintaan adalah
menurun sedikit demi sedikit, dan sebagai akibatnya kurva MR tidak berimpit
dengan kurva permintaan, keseimbangan yang dicapai suatu firma dalam pasar
persaingan monopolistis. Dalam persaingan monopolistis, permintaan
yang dihadapi firma adalah sebagian dari keseluruhan permintaan pasar.
Gambar F.1.1(Kurva
Keseimbangan Jangka Pendek)
2. KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG
Dalam persaingan monopolistik tidak
terdapat hambatan kepada firma-firma baru. Maka keuntungan yang melebihi
normal akan menyebabkan pertambahan dalam jumlah firma di pasar. Sebagai
akibatnya setiap firma akan menghadapi permintaan yang semakin sedikit pada
berbagai tingkat harga. Ini berarti kemasukan firma baru akan menggeser kurva
permintaan DD (dan tentunya juga kurva hasil penjualan marginal MR) kesebelah
kiri. Kemasukan firma baru dan penggeseran kurva DD dan MR ke kiri, akan terus
berlangsung sehingga firma hanya memperoleh keuntungan normal saja. Dengan
demikian, seperti halnya dengan firma dalam pasar persaingan sempurna, dalam
persaingan monopolistik setiap firma hanya mendapat keuntungan normal didalam
jangka panjang.
Corak kegiatan firma dalam
persaingan monopolistik ketika mendapat keuntungan normal adalah
berbeda dengan corak kegiatan firma dalam persaingan sempurna yang juga
memperoleh untung yang normal. Perbedaan itu adalah 1. Harga dan ongkos
produksi dipasar persaingan monopolistik lebih tinggi. 2. Kegitan memproduksi
di pasar persaingan monopolistis belum mencapai tingkat yang optimal (mencapai
tingkat dimana ongkos produksi perunit adalah paling rendah).
G. PENILAIAN KEATAS PERSAINGAN MONOPOLISTIK
Didalam bagian ini analisis yang
dibuat hanya meliputi penilaian keatas akibat-akibat persaingan monopolistik
kepada pengunaan sumber-sumber daya, dorongan untuk mengembangkan tekhnologi
dan melakukan inovasi, dan corak distribusi pendapatan. Salah satu kegiatan
peting yang dilakukan oleh firma monopolistis adalah melakukan promosi
penjualan secara iklan. Kebaikan dan keburukan dari kegiatan ini akan
dinilai dalam bagian berikut.
1. Efisiensi Dalam Menggunakan Sumber Daya
Untuk menilai sampai dimana
efisiensi pasar persaingan monopolistik didalam mengalokasikan sumber-sumber
daya, akan dibuat suatu perbandingan dengan efisiensi firma dlam pasar
persaingan sempurna. Walaupun perusahaanpersaingan sempurna
dan perusahaan monopolistik sama-sama mendapat keuntungan normal,
tetapi dalam nirma monopolistik ongkos produksi perunit lebih tinggi, harga
barang lebih tinggi, dan jumlah produksi lebih rendah (sehingga menyebabkan
kapasitas memproduksi yang digunakan adalah dibawh tingkat yang optimal).
2. Efisiensi dan Diferensiasi Produk
Barang yang diproduksikan secara
efisien sehngga dapat dijual dengan harga murah maupun harga yang lebih mahal
sedikit tetapi masyarakat dapat menentukan barang yang akan dikonsumsinya dari
pilihan jenis barang yang lebih banyak, semua itu tergatung pada value
judgement masyarakat tersebut. Sekiranya mereka lebih menyukai harga
yang murah, maka kekurangan pilihan tidak dipandang sebagai suatu yang
merugikan. Sebaliknya, apabila masyarakat menginginkan pilihan barang yang
lebih banyak, sehingga dapat dibuat pilihan yang lebih tepat, harga yang lebih
tinggi tidaklah terlalu merisaukan mereka.
3. Perkembangan Tekhnologi dan Inovasi
Pada umumnya ahli
ekonomi berpendapat bahwa bentuk pasar tersebut memberikan doronga yang sangat
terbatas untuk melakukan perkembangan teknologi. Keuntungan yang melebihi normal
didalam jangka pendek dapat mendorong kepada kegiatan mengembangkan teknologi
tetapi dorongan tersebut adalah sangat lemah karena firma-firma menyadari bahwa
keuntungan yang diperoleh dari mengembangkan teknologi dan melakukan inovasi
tidak dapat bertahan dalam waktu yang lama. Keuntungan melebihi normal yang
diperoleh akan mendorong firma-firma lain untuk masuk ke industri tersebut, dan
ini terus berlangsung sehingga keuntungan melebihi normal tidak ada lagi. Maka
dalam waktu yang singkat keuntungan yang diperoleh dari perkembangan teknologi
dan melakukan inovasi tidak dapat lagi dinikmati.
4. Distribusi Pendapatan
Persaingan
monopolistik mengakibatkan corak distribusi pendaptan yang sama sifatnya
seperti yang biasanya terdapat dalam persaingan sempurna, yaitu distribusi
pendapatan adalah seimbang. Karena tidak terdapat keuntungan yang
berlebih-lebihan dalam jangka panjang, maka pengusaha dan pemilik modal tidak
memperoleh pendapatan yang berlebih-lebihan. Disamping itu dalam pasar terdapat
banyak firama, dan ini berarti keuntungan normal yang diperoleh akan dibagikan
kepada jumlah pemilik modal dan pengusaha yang banyak jumlahnya. Berdasarkan
kecenderungan ini ahli-ahli ekonomi berpendapat bahwa pasar monopolistik
menimbulkan corak distribusi pendapatan yang lebih merata.
H. PERSAINGAN BUKAN-HARGA
Persaingan
bukan harga pada hakekatnya mengandung arti usaha-usaha diluar perubahan harga
yang dilakukan oleh firma untuk menarik lebih banyak pembeli ke atas barang
yang diproduksikannya. Persaingan bukan-harga bertujuan untuk menggeser kurva
permintaan ke kanan, pergeseran itu berarti pada setiap tingkat harga, jumlah
barang yang diminta menjadi bertambah banyak. Persaingan bukan-harga dapat
dibedakan menjadi dua jenis : (i) Diferensiasi produksi, yaitu
menciptakan barang yang sejenis tetapi berbeda berbeda coraknya dengan produksi
firma-firma lainnya, (ii)iklan dan berbagai bentuk promosi penjualan.
Di dalam
persaingan monopolistis dan oligopoli, persaingan bukan-harga sangat aktif
dilakukan. Untuk monopoli alasannya yaitu : karena firma monopoli tidak
memiliki saingan. Dalam persaingan sempurna, persaingan bukan-harga tidak di
lakukan karena barang yang diproduksi firma-firma adalah serupa atau identical.Sehingga
para pembeli tidak dapat mengetahui manakah barang yang dihasilkan oleh firma
yang menjalankan persaingan bukan-harga.
1. Diferensiasi Produk
Setiap firma dalam
persaingan monopolistis akan berusaha untuk memproduksikan barang yang
mempunyai sifat yang khusus, dan yang dapat dibedakan dengan jelas dari
produksi firma-firma lainnya. Maka di dalam pasar akan terdapat berbagai barang
yang dihasilkan suatu industri yang mempunyai corak, mutu, desain, mode dan
merk yang berbeda-beda. Terapatnya berbagai variasi dari suatu jenis
barang adalah sifat istimewa dari pasar persaingan monopolistis yang tidak
terdapat dalam pasar persaingan sempurna.
Kepada setiap
firma barang yang berbeda-beda sifatnya tersebut akan menjadi daya penarik
khusus ke atas barang yang di produksikannya.Segolongan konsumen tertentu akan
lebih suka membeli barangnya (walaupun harganya lebih mahal) dibandingkan
dengan barang-barang yang sejenis yang dihasilkan produsen-produsen lainnya.
Dengan demikian diferasiasi produksi dapat menciptakan suatu bentuk kekuasaan
monopoli
2. Promosi Penjualan Melalui Iklan
Didalam perusahaan-perusahaan
modern kegiatan mempersiapkan dan membuat iklan adalah suatu bagian penting
dari usaha untuk memasarkan hasil produksinya. Tujuan perusahaan-perusahaan melakukan
kegiatan pengiklanan adalah sebagai berikut :
a. Untuk
memberikan penerangan kepada konsumen-konsumen mengenai barang yang
diproduksikannya.
b. Untuk
menekankan bahwa barang yang dihasilkannya adalah merupakan barang yang sangat
baik.
c. Untuk
memelihara hubungan baik dengan para konsumen.
Dari ketiga jenis iklan ini yang biasa di gunakan
dalam pasar pesaingan monopolistik adalah jenis iklan pertama dan
kedua. Iklan pertama digunakan pada waktu firma memperkenalkan hasil-hasil
produksinya yang baru. Sedangkan iklan jenis kedua digunakan untuk
mempertahankan kedudukannya di pasar.
I. KEBAIKAN DAN KEBURUKAN PENGIKLANAN
Iklan
menurut pandangan segolongan orang merupakan suatu penghamburan karena biaya
produksi bertambah tinggi sedangkan konsumen tidak menerima kenikmatan tambahan
dari barang yang dipromosikan melalui kegiatan pengiklanan. Pengiklanan tidak
menambah atau memperbaiki mutu suatu barang. Segolongan lain berpendapat bahwa
Iklan memberikan sumbangan yang positif kepada masyarakat karena ia dapat
menurunkan biaya produksi perunit. Disamping oleh perbedaan pendapat mengenai
pengaruh iklan ke atas biaya produksi dan harga, perbedaan pendapat mengenai
kegunaan iklan dikemukakan berdasarkan beberapa argumen lain. Beberapa argumen
penting dalam perdebatan tersebut diterangkan dibawah ini.
1. Iklan dan Biaya Produksi
Iklan dapat menaikkan atau
menurunkan biaya produksi perunit tergantung pada peruahan permintaan yang
terjadi sebagai akibat kegiatan pengiklanan yang dilancarkan. Apabila
permintaan menjadi sangat bertambah elastis, besar kemungkinan biaya produksi
perunit akan menjadi lebih rendah. Tetapi kemungkinan ini tidak banyak berlaku,
dan ini berarti bahwa pada umumnya iklan akan menimbulkan kenaikan biaya
produksi.
2. Pandangan Lain yang Menyongkong Pengiklanan
Disamping karena biaya produksi yang mungkin akan
menjadi lebih rendah, golongan yang menekankan tentang kebaikan iklan
mengemukakan kebaikan-kebaikan berikut:
a. Pengiklanan
membantu konsumen untuk membuat keputusan yang lebih baik didalam menentukan
jenis-jenis barang yang akan dibelinya.
b. Iklan akan
menggalakkan kegiatan memperbaiki mutu suatu barang.
c. Iklan
membantu membiayai perusahaan komunikasi masa seperti radio, televisi, surat
kabar, dan majalah.
d. Iklan
menaikkan kesempatan kerja.
3. Pandangan Yang Mengkritik Pengiklanan
Selain mendapat sokongan karena menimbulkan beberapa
keuntungan bagi perusahaan dan masyarakat, iklan juga menjadi bahan kritik
karena memiliki beberapa sifat-sifat negatif. Uraian berikut memberikan
gambaran tentang beberapa kritik terhadap pengiklanan:
a. Promosi
secara iklan adalah suatu penghamburan
b. Iklan tidak
selalu memberi informasi yang betul
c. Iklan
bukanlah suatu cara yang efektik untuk menambah jumlah pekerjaan dalam
perekonomian.
d. Iklan dapat
menjadi penghambat kepada perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke dalam
industri.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan:
1. Pasar
persaingan monopolistik mempunyai banyak persamaan dengan pasaar persaingan
sempurna, tetapi juga mempunyai cukup banyak perbedaan yang menyebabkan
perusahaan di pasar tersebut mempunyai unsur kekuasaan monopoli. Hal itulah
yang menyebabkan pasaran seperti itu disebut pasar persaingan monopolistik.
2. Ciri-ciri
utama pasar persaingan monopolistic adalah: terdapat banyak penjual,barangnya
bersifat berbeda corak,dapat mempengaruhi harga, kemasukan relative muda dan
banyak melakukan persaingan “bukan-harga” .
3. Dalam jangka
pendendek suatu firma dalam persaingan monopolistic dapat memperoleh untung
lebih normal, untung normal atau mengalami kerugian. Dalam jangka panjang
keuntungan akan menggalakkan kemasukan perusahaan baru dan kerugian akan
mendorong firma keluar dari pasaran. Oleh sebab itu, dalam jangka panjang semua
firma dalam pasar persaingan monopolistic hanya memeperoleh untung normal.
4. Dua kebaikan
penting dari perusahaan dalam pasaran monopolistic adalah:
a.
Menghasilkan barang yang berbeda
corak.ciri ini meningkatkan kesejahteraan konsumen karena mereka dapat memilih
corak barang yang sesuai dengan selera dan kemampuanya.
b.
Distribusi pendapatan dalam
masyarakat lebih merata. Oleh karena perusahaan terdiri dari
perusahaan-perusahaan kecil yang memperoleh untung normal. Pemilik modal tak
memiliki kekayaan yang berlebihan dan kesempatan kerja yang diciptakan lebih
besar.
5. Dua
kelemahan utama dari pasar persaingan monopolistic adalah:
a.
Operasinya tidak seefisien pasar
sempurna karena harga lebih tinggi dan kuntitas produk lebih rendah, dan pada
keseimbangan tidak tercapai efisiensi produktif dan efisiensi alokatif.
b.
Perusahaan tidak mempunyai galakan
untuk melakukan inovasi. Modal yang lebih terbatas, pasar yang terbatas dan
kecenderungan untuk memperoleh keuntungan normal dalam jangka panjang
menghalang firma untuk menciptakan inovasi.
6. Persaingan
bukan-harga yaitu menarik lebih banyak pelanggan bukan dengan cara menurunkan
harga tetapi dengan cara promosi yang lain, sangat penting peranannya dalam
pasar persaingan monopolistic. Bentuk utama persaingan bukan harga adalah
pengiklanan, pembedaan penampilan barang dan “after salles service” atau jasa
sesudah penjualan.
7. Pengiklanan
memberikan beberapa sumbangan penting kepada masyarakat, yaitu: dapat
menurunkan biaya produksi, mebantu konsumen memilih barang yang sesuai,
menggalakkan perkembangan mutu, mengembangkan industri komunikasi dan menambah
kesempatan kerja.
8. Keburukan
pengiklanan yang selalu ditonjolkan adalah: merupakan penghamburan
pembelanjaan, sering tidak member informasi yang betul, menghambat kemasukan
perusahaan lain, dan kesempatan kerj tambahan yang diciptakan tidak berlaku
kasar.
Daftar
Pustaka
Sukirno, Sadono.2000.Pengantar
Teori Mikroekonomi.Jakarta:PT Raja Grafindo Persada
Sukirno,
Sadono.2012.Mikro Ekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Sarnowo,
Henry & Danang Sunyoto. 2011. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro.
Jakarta:CAPS
Partadiredja,
Ace.1985. Pengantar Ekonomika. Yogyakarta : BPFE
Sudarman,
Ari. 1992. Teori Ekonomi Mikro. Yogyakarta : BPFE
0 komentar:
Posting Komentar