Sosiologi Ekonomi merupakan perspektif sosiologis yang menjelaskan
fenomena ekonomi, terutamaterkait dengan aspek produksi, distribusi,
pertukaran, konsumsi barang, jasa, dan sumber daya, yangbermuarapada
bagaimana masyarakat mencapai kesejahteraan. Sosiologi Ekonomi
menunjukkan perkembanganyangeksplosif sejalan dengan berbagai permasalah
sosial ekonomi masyarakat, baik di negara-negara majumaupundi
negara-negara berkembang yang sedang berupaya meningkatkan kesejahteraan
masyarakatnya melaluiberbagai kebijakan pembangunan. Perkembangan studi
Sosiologi Ekonomi tidak terlepas dari pengaruhpemikiran tokoh sosiologi
klasik dan aliran pemikiran baru dalam sosiologi ekonomi sejak dekade
1980-an. Hasilkajian eksploratif yang pada tulisan ini melalui
penelusuran atas perkembangan studi Sosiologi EkonomidiIndonesia,
menunjukkan bahwa sebagian besar studi diarahkan kepada bagaimana
masyarakat memenuhikebutuhan dan mencapai kemakmuran atau kesejahteraan
yang erat kaitannya dengan masalahkemiskinan.Saat ini studi Sosiologi
Ekonomi lebih marak menganalisis tentang kapital sosial, serta masalah
struktur,kelembagaan dan sistem ekonomi nasional dikaitkan dengan
kesejahteraan masyarakat. Sistem ekonominasional yang dimaksud adalah
yang sejalan amanat konsititusi kita. Pada sisi lain, dampak
pembangunannasional terutama sejak masa orde baru juga banyak diteliti
mengingat kebijakan pembangunan dinilaibelummampu menciptakan
kesejahteraan masyarakat, bahkan terkesan belum berhasil menciptakan
inklusifitasdalampembangunan nasional, berlandaskan pembangunan model
negara kesejahteraan (MNK) dengan indikatorutam
a berupa “pemerataan” pembangunan.
PENDAHULUAN
Perkembangan pemikiran Sosiologi Ekonomi antara lain ditandai oleh berkembangnya pemikiran danteori tentang ekonomi,yang melihat cara kerja sistem ekonomi dengan menekankan pula pada aspek nonekonomi. Pada beberapa dekade belakangan ini, perkembangan studi Sosiologi Ekonomi semakintumbuh dan berkembang sejalan dengan fenomena ekonomi yang tentunya tidak terlepas dari cakupanaspek sosiologis yang melingkupinya. Pada sisi lain, persoalan ekonomi setiap waktu semakin kompleksdan merambah segi kehidupan non ekonomi. Pada sisi lain, kecendrungan sosiolog memperluas fokusanalisis pada bidang yang menjadi tradisi kajian ekonomi melahirkan sub disiplin Sosiologi Ekonomi.Menurut Smelser dan Swedberg (2005) sosiologi ekonomi memfokuskan perhatian tentang fenomenaekonomi, terutama yang terkait dengan aspek produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa sebagai sumber daya yang terbatas. Perspektif itu meliputi interaksi personal, kelompok (grup),struktur sosial, kelembagaan, dan kontrol sosial termasuk sanksi, norma, dan nilai. Dalam perkembanganselanjutnya, kontribusi sub disiplin Sosiologi Ekonomi menunjukkan perkembangan yang eksplosif sejalan dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi masyarakat, baik di negara maju maupun di negaraberkembang yang sedang berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui berbagaikebijakan pembangunan. Tulisan ini sengaja menetapkan topic kesejahteraan masyarakat ditinjau dariperspektif sosiologi ekonomi, yang secara umum bertujuan untuk berupaya menjelajahi tradisi pemikiranpara sosiolog dari tokoh klasik sosiologi maupun yang berkembang saat ini. Secara khusus tulisan inibertujuan untuk dapat memahami gagasan sosiologis dalam pembangunan ekonomi masyarakat,khususnya di Indonesia.
Secara spesifik penulisan ini bertujuan untuk:(i)
mendiskripsikan perkembangan terkini (
state of the a
rt) teori sosiologi ekonomi dan menyelamiindikator yang relevan;(ii)
memberikan gambaran perkembangan studi sosiologi ekonomi yang telah dilakukan diIndonesia, serta(iii)
memberikan gambaran kebijakan pembangunan ekonomi di Indonesia yang relevan dengansosiologi ekonomi. Selanjutnya, ketiga tujuan spesifik itu dirangkaikan dengan dinamikapembangunan nasional (pembangunan sosial ekonomi) di Indonesia, yang memiliki tujuan utamamensejahterakan dan memakmurkan masyarakat.
TINJAUAN TEORITIS TENTANG SOSIOLOGI EKONOMIKeterkaitan Ekonomi dan Sosiologi.
Smelser dan Swedberg (2005) mengemukakan definisi sosiologi ekonomi dengan mengadopsi pendapatWeber maupun Durkheim, bahwa sosiologi ekonomi merupakan sub disiplin sosiologi yangmemfokuskan bidang studi pada bagaimana aktor atau masyarakat memenuhi kebutuhan hidup mereka.
“
Economic sociology can be defined as the sosciological perspective applied to economic phenomena. Asimilar but more elaborateversion is the application of the frames of reference, variables, and explanatory models of sociology to that complex of activities which is concerned with the production,distribution, exchange, and consumption of scarce good and services
”.
Definisi di atas, menjelaskan dua terminology tentang fenomena ekonomi, dan pendekatan sosiologis.Fenomena ekonomi yang menjadi fokus perhatian adalah mengenai cara aktor memenuhi kebutuhan, dandi dalamnya terkandung aspek produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi sumberdaya yang padadasarnya bermuara pada kesejahteraan aktor. Sedangkan pendekatan sosiologisnya meliputi kerangkaacuan, variabel dan indikator, serta model-model yang digunakan sosiolog dalam memahami ataupunmenjelaskan fenomena yang terjadi dalam masyarakat. Dalam kerangka ini, terdapat perbedaanpendekatan ataupun cara pandang dari sudut ekonomi dan sosiologi ekonomi terutama dalam memandangaspek produksi, distribusi dan pertukaran, serta konsumsi sebagai komponen kegiatan ekonomimasyarakat.PERSPEKTIF DAN PERAN SOSIOLOGI EKONOMI DALAM PEMBANGUNAN EKONOMIMASYARAKAT
Ketut Gede Mudiarta
Konsep Aktor
Pada dasarnya
starting point
analisis ekonomi didasari individu. Hal ini dilandasi paham utilatirianismedan ekonomi politik yang dalam menjelaskan transaksi ekonomi semuanya dilandasi individualisme. Halini juga didasari pemikiran dari Adam Smith dalam
karyanya “
An Inquiry into the Nature and Causes of The Wealth of Nations
” yang ditulis
pada tahun 1776. Gagasan mengenai prinsip individualismedikemukakan dengan berpandangan bahwa motif manusia melakukan kegiatan ekonomi didasari olehinteres pribadi. Motif kepentingan individu yang didorong aliran pemikiran liberalisme akhirnyamelahirkan sistem ekonomi pasar bebas yang berkembang menjadi sistem ekonomi kapitalis. Konseputama dari Smith adalah
“
laissez faier
”, yakni kurangnya intervensi
pemerintah (negara) dalam sistemekonomi masyarakat yang menciptakan adanya individualism ekonomi dan kebebasan ekonomi.Muara dari keseluruhan pemikiran itu adalah terciptanya individu manusia ekonomis (
homo economicus
)yang mengutamakan kepentingan individu dan sangat mengedepankan rasionalitas penuh (Heilbroner,1986). Sementara, utilatirianisme (rasionalitas utilatirianisme) itu sendiri menurut Lawang (2005) adalahprinsip utama dari ekonomi.
Tindakan Ekonomi
Ekonomi mengasumsikan bahwa setiap individu memiliki pilihan-pilihan ataupun preferensi tertentu.Tindakan individu bertujuan untuk memaksimalkan utilitas dan keuntungan yang selanjutnya dalamekonomi disebut prinsip rasionalitas. Akan tetapi pandangan tersebut berbeda dari sudut pandangsosiologi, yakni seperti yang dikemukakan Weber mengenai tindakan yang dalam sosiologi dibedakanmenjadi tindakan rasional dan tindakan tradisional (afektual). Para ekonom cenderung menganggap
bahwa tindakan ekonomi dapat ditarik dari hubungan antara preferensi selera dengan harga ataupun jasapada sisi lainya. Sementara pandangan sosiolog memberi makna indakan aktor yang dikonstruksi secarahistoris.Mengenai tindakan ekonomi, para ekonomi relatif tidak memperhatikan aspek
power
ataukekuasaan karena menurut sudut pandang ekonomi tindakan ekonomi dianggap sebagai pertukarandiantara yang sederajat. Sedangkan menurut sosiologi tidaklah demikian, melainkan
power
ataupunkekuasaan dipandang sebagai salah satu dimensi yang penting dalam menentukan tindakan ekonomi(Smelser dan Swedberg, 2005)
Hambatan Tindakan Ekonomi
Masih menurut Smelser dan Swedberg, 2005: 5), hal yang sangat mendasar bagi ekonomi dalammemandang hambatan tindakan ekonomi seseorang adalah selera dan adanya kelangkaan sumber daya,termasuk keterbatasan dalam penguasaan teknologi. Dalam kerangka ini, ekonom mudah untuk melakukan prediksi atas tindakan ekonomi yang didasari prinsip memaksimalkan pemanfaatan (utilitas)dan keuntungan. Sementara sosiologi lebih luas dari itu, yakni hambatan aktor dalam melakukan tindakanekonomi juga dibatasi oleh beberapa factor seperti hubungan antar aktor, selain terbatasnya sumber daya.
Hubungan Ekonomi dan Masyarakat
Fokus perhatian utama dari ekonomi adalah aspek pertukaran ekonomi, pasar, dan ekonomi. Sementaramasyarakat dipandang sebagai sesuatu yang berada di luar itu dan dipandang sudah ada. Hal itu berbedadari sudut pandang sosiolog, yakni memandang masyarakat sebagai suatu sistem sosial dan ekonomimerupakan bagian integral dari sistem masyarakat. Oleh karena itu, Smelser dan Swedberg (2005)mengemukakan bahwa sosiologi ekonomi lebih banyak memfokuskan perhatian pada: (i) analisissosiologis tentang proses-proses ekonomi, antara lain seperti terbentuknya harga (kesepakatan) antarapelaku atau aktor ekonomi; (ii) analisis hubungan interaksi antara ekonomi dan institusi lain dalammasyarakat, antara lain dapat kita analisis hubungan antara ekonomi dan agama, ataupun politik,birokrasi, dan institusi lainnya; (iii) analisis mengenai dinamika kelembagaan dan parameter budaya yangmenjadi landasan ekonomi masyarakat.
Beberapa Aliran Pemikiran yang Mempengaruhi Sosiologi Ekonomi Saat Kini
Studi mengenai tindakan aktor dalam fenomena ekonomi pada dasarnya cenderung terfokus untuk menganalisis bagaimana masyarakat bertahan hidup melalui pemenuhan kebutuhan hidupnya sertapeningkatan kesejahteraan masyarakat. Secara historis perkembangan Sosiologi Ekonomi diawali denganperkembangan kehidupan ekonomi modern dengan ciri berkembangnya masyarakat industri pascamasyarakat agraris yang mengandalkan kegiatan pertanian sebagai dasar kegiatan perekonomianmasyarakat. Pasca pemikiran-pemikiran tokoh-tokoh sosiologi klasik khususnya Sosiologi Ekonomi,sejak dekade 1980-an muncullah aliran pemikiran baru dalam sosiologi ekonomi (Smelser dan Swedberg,2005). Aliran pemikiran baru antara lain terangkum dalam teori Granovetter (1985) mengenaiketerlekatan embeddedness
) meletakkan jaringan sosial (
network
) sebagai titik sentral pemikirannya.Lebih jauh dan yang relatif terbaru dari Granovetter (2005) adalah gagasan mengenai pengaruh struktursocial terutama yang dibentuk berdasarkan jaringansosial (network), terhadap manfaat ekonomiskhususnya menyangkut kualitas informasi. Kemudian
,
Semelser dan Swedberg (2005; 4-5) juga lebihdetail menjelaskan peranan penting dari aliran pemikiran sosiologi struktural bagi studi-studi SosiologiEkonomi. Proposisi utama dari aliran itu adalah bahwa relasi aktor dan posisi aktor dalam struktursosial merupakan hal yang krusial dalam proses-proses sosialnya. Kemudian berkembang lebih jauhstudi-studi jaringan sosial di pertengahan tahun 1970-an hingga tahun 1990-an yang banyak memfokuskan perhatian pada jaringan kerja korporasi dan sektorindustri yang erat pertaliannya dengan teoriteori organisasi dengan memfokuskan perhatianpada keterkaitan antara korporasi dengan lingkungan sosialnya. Terdapat tiga ranahutama yang menjadi fokus perhatian studi Sosiologi Ekonomi melalui penerapan teoriorganisasi, yakni dalam ranah ketergantungan terhadap sumberdaya, ekologi kependudukan,dan
new institutionlasm
. Disamping itu, perkembangan Sosiologi Ekonomi baru saat initurut dipengaruhi pula oleh penerapan Sosiologi Kultural dan pemikiran-pemikiran komparatif - historis. Aliran ini berkembang pertama kali saat mencetuskan beberapa proposisi utama
a berupa “pemerataan” pembangunan.
PENDAHULUAN
Perkembangan pemikiran Sosiologi Ekonomi antara lain ditandai oleh berkembangnya pemikiran danteori tentang ekonomi,yang melihat cara kerja sistem ekonomi dengan menekankan pula pada aspek nonekonomi. Pada beberapa dekade belakangan ini, perkembangan studi Sosiologi Ekonomi semakintumbuh dan berkembang sejalan dengan fenomena ekonomi yang tentunya tidak terlepas dari cakupanaspek sosiologis yang melingkupinya. Pada sisi lain, persoalan ekonomi setiap waktu semakin kompleksdan merambah segi kehidupan non ekonomi. Pada sisi lain, kecendrungan sosiolog memperluas fokusanalisis pada bidang yang menjadi tradisi kajian ekonomi melahirkan sub disiplin Sosiologi Ekonomi.Menurut Smelser dan Swedberg (2005) sosiologi ekonomi memfokuskan perhatian tentang fenomenaekonomi, terutama yang terkait dengan aspek produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa sebagai sumber daya yang terbatas. Perspektif itu meliputi interaksi personal, kelompok (grup),struktur sosial, kelembagaan, dan kontrol sosial termasuk sanksi, norma, dan nilai. Dalam perkembanganselanjutnya, kontribusi sub disiplin Sosiologi Ekonomi menunjukkan perkembangan yang eksplosif sejalan dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi masyarakat, baik di negara maju maupun di negaraberkembang yang sedang berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui berbagaikebijakan pembangunan. Tulisan ini sengaja menetapkan topic kesejahteraan masyarakat ditinjau dariperspektif sosiologi ekonomi, yang secara umum bertujuan untuk berupaya menjelajahi tradisi pemikiranpara sosiolog dari tokoh klasik sosiologi maupun yang berkembang saat ini. Secara khusus tulisan inibertujuan untuk dapat memahami gagasan sosiologis dalam pembangunan ekonomi masyarakat,khususnya di Indonesia.
Secara spesifik penulisan ini bertujuan untuk:(i)
mendiskripsikan perkembangan terkini (
state of the a
rt) teori sosiologi ekonomi dan menyelamiindikator yang relevan;(ii)
memberikan gambaran perkembangan studi sosiologi ekonomi yang telah dilakukan diIndonesia, serta(iii)
memberikan gambaran kebijakan pembangunan ekonomi di Indonesia yang relevan dengansosiologi ekonomi. Selanjutnya, ketiga tujuan spesifik itu dirangkaikan dengan dinamikapembangunan nasional (pembangunan sosial ekonomi) di Indonesia, yang memiliki tujuan utamamensejahterakan dan memakmurkan masyarakat.
TINJAUAN TEORITIS TENTANG SOSIOLOGI EKONOMIKeterkaitan Ekonomi dan Sosiologi.
Smelser dan Swedberg (2005) mengemukakan definisi sosiologi ekonomi dengan mengadopsi pendapatWeber maupun Durkheim, bahwa sosiologi ekonomi merupakan sub disiplin sosiologi yangmemfokuskan bidang studi pada bagaimana aktor atau masyarakat memenuhi kebutuhan hidup mereka.
“
Economic sociology can be defined as the sosciological perspective applied to economic phenomena. Asimilar but more elaborateversion is the application of the frames of reference, variables, and explanatory models of sociology to that complex of activities which is concerned with the production,distribution, exchange, and consumption of scarce good and services
”.
Definisi di atas, menjelaskan dua terminology tentang fenomena ekonomi, dan pendekatan sosiologis.Fenomena ekonomi yang menjadi fokus perhatian adalah mengenai cara aktor memenuhi kebutuhan, dandi dalamnya terkandung aspek produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi sumberdaya yang padadasarnya bermuara pada kesejahteraan aktor. Sedangkan pendekatan sosiologisnya meliputi kerangkaacuan, variabel dan indikator, serta model-model yang digunakan sosiolog dalam memahami ataupunmenjelaskan fenomena yang terjadi dalam masyarakat. Dalam kerangka ini, terdapat perbedaanpendekatan ataupun cara pandang dari sudut ekonomi dan sosiologi ekonomi terutama dalam memandangaspek produksi, distribusi dan pertukaran, serta konsumsi sebagai komponen kegiatan ekonomimasyarakat.PERSPEKTIF DAN PERAN SOSIOLOGI EKONOMI DALAM PEMBANGUNAN EKONOMIMASYARAKAT
Ketut Gede Mudiarta
Konsep Aktor
Pada dasarnya
starting point
analisis ekonomi didasari individu. Hal ini dilandasi paham utilatirianismedan ekonomi politik yang dalam menjelaskan transaksi ekonomi semuanya dilandasi individualisme. Halini juga didasari pemikiran dari Adam Smith dalam
karyanya “
An Inquiry into the Nature and Causes of The Wealth of Nations
” yang ditulis
pada tahun 1776. Gagasan mengenai prinsip individualismedikemukakan dengan berpandangan bahwa motif manusia melakukan kegiatan ekonomi didasari olehinteres pribadi. Motif kepentingan individu yang didorong aliran pemikiran liberalisme akhirnyamelahirkan sistem ekonomi pasar bebas yang berkembang menjadi sistem ekonomi kapitalis. Konseputama dari Smith adalah
“
laissez faier
”, yakni kurangnya intervensi
pemerintah (negara) dalam sistemekonomi masyarakat yang menciptakan adanya individualism ekonomi dan kebebasan ekonomi.Muara dari keseluruhan pemikiran itu adalah terciptanya individu manusia ekonomis (
homo economicus
)yang mengutamakan kepentingan individu dan sangat mengedepankan rasionalitas penuh (Heilbroner,1986). Sementara, utilatirianisme (rasionalitas utilatirianisme) itu sendiri menurut Lawang (2005) adalahprinsip utama dari ekonomi.
Tindakan Ekonomi
Ekonomi mengasumsikan bahwa setiap individu memiliki pilihan-pilihan ataupun preferensi tertentu.Tindakan individu bertujuan untuk memaksimalkan utilitas dan keuntungan yang selanjutnya dalamekonomi disebut prinsip rasionalitas. Akan tetapi pandangan tersebut berbeda dari sudut pandangsosiologi, yakni seperti yang dikemukakan Weber mengenai tindakan yang dalam sosiologi dibedakanmenjadi tindakan rasional dan tindakan tradisional (afektual). Para ekonom cenderung menganggap
bahwa tindakan ekonomi dapat ditarik dari hubungan antara preferensi selera dengan harga ataupun jasapada sisi lainya. Sementara pandangan sosiolog memberi makna indakan aktor yang dikonstruksi secarahistoris.Mengenai tindakan ekonomi, para ekonomi relatif tidak memperhatikan aspek
power
ataukekuasaan karena menurut sudut pandang ekonomi tindakan ekonomi dianggap sebagai pertukarandiantara yang sederajat. Sedangkan menurut sosiologi tidaklah demikian, melainkan
power
ataupunkekuasaan dipandang sebagai salah satu dimensi yang penting dalam menentukan tindakan ekonomi(Smelser dan Swedberg, 2005)
Hambatan Tindakan Ekonomi
Masih menurut Smelser dan Swedberg, 2005: 5), hal yang sangat mendasar bagi ekonomi dalammemandang hambatan tindakan ekonomi seseorang adalah selera dan adanya kelangkaan sumber daya,termasuk keterbatasan dalam penguasaan teknologi. Dalam kerangka ini, ekonom mudah untuk melakukan prediksi atas tindakan ekonomi yang didasari prinsip memaksimalkan pemanfaatan (utilitas)dan keuntungan. Sementara sosiologi lebih luas dari itu, yakni hambatan aktor dalam melakukan tindakanekonomi juga dibatasi oleh beberapa factor seperti hubungan antar aktor, selain terbatasnya sumber daya.
Hubungan Ekonomi dan Masyarakat
Fokus perhatian utama dari ekonomi adalah aspek pertukaran ekonomi, pasar, dan ekonomi. Sementaramasyarakat dipandang sebagai sesuatu yang berada di luar itu dan dipandang sudah ada. Hal itu berbedadari sudut pandang sosiolog, yakni memandang masyarakat sebagai suatu sistem sosial dan ekonomimerupakan bagian integral dari sistem masyarakat. Oleh karena itu, Smelser dan Swedberg (2005)mengemukakan bahwa sosiologi ekonomi lebih banyak memfokuskan perhatian pada: (i) analisissosiologis tentang proses-proses ekonomi, antara lain seperti terbentuknya harga (kesepakatan) antarapelaku atau aktor ekonomi; (ii) analisis hubungan interaksi antara ekonomi dan institusi lain dalammasyarakat, antara lain dapat kita analisis hubungan antara ekonomi dan agama, ataupun politik,birokrasi, dan institusi lainnya; (iii) analisis mengenai dinamika kelembagaan dan parameter budaya yangmenjadi landasan ekonomi masyarakat.
Beberapa Aliran Pemikiran yang Mempengaruhi Sosiologi Ekonomi Saat Kini
Studi mengenai tindakan aktor dalam fenomena ekonomi pada dasarnya cenderung terfokus untuk menganalisis bagaimana masyarakat bertahan hidup melalui pemenuhan kebutuhan hidupnya sertapeningkatan kesejahteraan masyarakat. Secara historis perkembangan Sosiologi Ekonomi diawali denganperkembangan kehidupan ekonomi modern dengan ciri berkembangnya masyarakat industri pascamasyarakat agraris yang mengandalkan kegiatan pertanian sebagai dasar kegiatan perekonomianmasyarakat. Pasca pemikiran-pemikiran tokoh-tokoh sosiologi klasik khususnya Sosiologi Ekonomi,sejak dekade 1980-an muncullah aliran pemikiran baru dalam sosiologi ekonomi (Smelser dan Swedberg,2005). Aliran pemikiran baru antara lain terangkum dalam teori Granovetter (1985) mengenaiketerlekatan embeddedness
) meletakkan jaringan sosial (
network
) sebagai titik sentral pemikirannya.Lebih jauh dan yang relatif terbaru dari Granovetter (2005) adalah gagasan mengenai pengaruh struktursocial terutama yang dibentuk berdasarkan jaringansosial (network), terhadap manfaat ekonomiskhususnya menyangkut kualitas informasi. Kemudian
,
Semelser dan Swedberg (2005; 4-5) juga lebihdetail menjelaskan peranan penting dari aliran pemikiran sosiologi struktural bagi studi-studi SosiologiEkonomi. Proposisi utama dari aliran itu adalah bahwa relasi aktor dan posisi aktor dalam struktursosial merupakan hal yang krusial dalam proses-proses sosialnya. Kemudian berkembang lebih jauhstudi-studi jaringan sosial di pertengahan tahun 1970-an hingga tahun 1990-an yang banyak memfokuskan perhatian pada jaringan kerja korporasi dan sektorindustri yang erat pertaliannya dengan teoriteori organisasi dengan memfokuskan perhatianpada keterkaitan antara korporasi dengan lingkungan sosialnya. Terdapat tiga ranahutama yang menjadi fokus perhatian studi Sosiologi Ekonomi melalui penerapan teoriorganisasi, yakni dalam ranah ketergantungan terhadap sumberdaya, ekologi kependudukan,dan
new institutionlasm
. Disamping itu, perkembangan Sosiologi Ekonomi baru saat initurut dipengaruhi pula oleh penerapan Sosiologi Kultural dan pemikiran-pemikiran komparatif - historis. Aliran ini berkembang pertama kali saat mencetuskan beberapa proposisi utama